alexametrics

Trump Bikin Perang Dagang Memanas, Harga Minyak Dunia Jatuh 2%

loading...
Trump Bikin Perang Dagang Memanas, Harga Minyak Dunia Jatuh 2%
Harga minyak mentah dunia anjlok lebih dari 2% pada awal perdagangan, Senin (6/5/2019) setelah Trump mengatakan bakal menaikkan tarif terbaru terhadap produk-produk asal China. Foto/Ilustrasi
A+ A-
SINGAPURA - Harga minyak mentah dunia anjlok lebih dari 2% pada awal perdagangan, Senin (6/5/2019) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari Minggu kemarin, mengatakan bakal menaikkan tarif terbaru terhadap produk-produk asal China. Ancaman tersebut diyakini bakal membahayakan negosiasi perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia yang sedang dirajut dalam beberapa bulan terakhir.

Seperti dilansir Reuters hari ini, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS diperdagangkan pada level USD60,44 per barel atau mengalami pelemahan hingga sebesar USD1,50 per barel yang setara dengan 2,4% dibandingkan sesi penutupan sebelumnya. Sementara harga minyak mentah Brent turun USD1,51 per barel atau 2,1% dari sesi terakhir menjadi USD69,34 per barel.

Sebelumnya pada akhir pekan kemarin, Trump berkicau di Twitter bahwa Ia akan secara drastis menaikkan tarif AS untuk barang-barang China minggu ini, ancaman tersebut langsung membuat gejolak pada pasar keuangan global, termasuk minyak mentah berjangka. Sementara The Wall Street Journal melaporkan bahwa Beijing sedang mempertimbangkan untuk membatalkan semua pembicaraan perdagangan dengan Washington.



"Trump telah mengambil palu godam dengan mengancam akan menerapkan tarif 25% senilai USD525 miliar terhadap barang-barang China pada Jumat ini untuk memberikan kejutan," kata Jeffrey Halley, analis pasar senior di pialang berjangka OANDA di Singapura.

Di dalam industri minyak, ada tanda-tanda kenaikan lebih lanjut dalam output dari Amerika Serikat, di mana produksi minyak mentah telah melonjak lebih dari 2 juta barel per hari (bph) sejak awal 2018. Hingga mencetak rekor 12,3 juta bph dan telah membuat Amerika Serikat sebagai produsen terbesar di dunia di atas Rusia dan Arab Saudi.
(akr)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak