alexametrics

Menteri Rini Tegaskan Harga Tiket Garuda Indonesia Masih Batas Normal

loading...
Menteri Rini Tegaskan Harga Tiket Garuda Indonesia Masih Batas Normal
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menegaskan, harga tiket pesawat Garuda Indonesia masih dalam batas normal dan tidak melanggar ketentuan Kemenhub. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menegaskan, harga tiket pesawat Garuda Indonesia masih dalam batas normal dan tidak melanggar ketentuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Pasalnya, harga tiket yang diberikan Garuda Indonesia sudah sesuai dengan tarif batas bawah dan atas yang berlaku.

"Ini (kewenangan) Kementerian Perhubungan, kan ada batas atas dan batas bawah kita ngikutin aja. Garuda itu tiketnya masih di bawah bagian batas atas, jadi kita masih normal-normal aja dan kita ini kan komersial," ujar Menteri Rini di Jakarta.

Lebih lanjut, Ia juga mengaku tidak bisa memaksakan Garuda Indonesia untuk menurunkan harga tiket pesawatnya. Pasalnya kewenangan menurunkan tiket harus mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham.



"Saya enggak bisa sebagai Menteri BUMN, eh kamu turunin. Itu ada cost structurenya. Kita semua harus bertanggung jawab kepada semua pemegang saham, Garuda itu publik negara maupun partner kita yang lain," jelasnya.

Sebelumnya, Senior Manager Public Relation PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Ikhsan Rosan saat ditemui di Kemenhub mengatakan, pihaknya masih akan tetap mengenakan tingkat harga yang digunakannya saat ini. Harga tiket Garuda tersebut menurutnya sudah sesuai dengan kondisi saat ini. "Itu kan isu lama. Bagi kita poinnya adalah (harga) yang sekarang itu adalah harga yang kekinian," katanya.

Dia mengatakan, dengan tingkat harga saat ini, perusahaan penerbangan pelat merah itu akan berusaha meningkatkan pelayanan. Dia membantah bahwa Garuda sengaja bermain harga semata-mata untuk mencari keuntungan. "Bagi Garuda dengan harga yang sekarang ini adalah kita berusaha meningkatkan pelayanan. Jadi kita bukan bermain harga," tegasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak