alexametrics

Indef Minta Pemerintah Kendalikan Inflasi Demi Jaga Daya Beli Masyarakat

loading...
Indef Minta Pemerintah Kendalikan Inflasi Demi Jaga Daya Beli Masyarakat
Ilustrasi melemahnya pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I 2019. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2019 hanya mencapai 5,07%, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2018 sebesar 5,18%. Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai penurunan ini disebabkan melemahnya daya beli masyarakat.

"Pertumbuhan ekonomi kuartal I ini menunjukkan adanya urgensi untuk menjaga daya beli masyarakat sebagai salah satu tantangan di tingkat domestik," ungkap Tauhid Ahmad, direktur eksekutif Indef di Jakarta pada Rabu (8/5/2019).

Menurut Tauhid, seiring perlambatan ekspor dan investasi, pertumbuhan ekonomi nasional saat ini semakin bertumpu pada sektor konsumsi rumah tangga, dimana pada kuartal I, porsi konsumsi rumah tangga memberi andil 56,82%.



Dan lanjut Tauhid, agar laju konsumsi rumah tangga tetap stabil, diperlukan upaya pengendalian inflasi secara maksimal oleh pemerintah.

Indef pun mengingatkan pemerintah soal tanda-tanda lonjakan harga yang sudah dimulai sejak bulan April, seiring momentum puasa dan jelang Lebaran. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain bawang merah, bawang putih, cabai merah, tarif kontrak rumah, tarif angkatan udara, telur ayam ras, tomat sayur, melon, tomat buah, cabai rawit, rokok kretek filter, tarif sewa rumah, dan mobil.

Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain beras, tarif listrik, daging ayam ras, dan ikan segar.

"Hal ini mengakibatkan tren tertinggi inflasi bulan April 2019 diduduki oleh bahan makanan," ujar Esther Sri Astuti, direktur program Indef menambahkan.

Menurut Esther, pemerintah perlu melakukan upaya-upaya pengendalian inflasi yang konkret agar daya beli masyarakat dapat stabil. Sehingga konsumsi rumah tangga tidak mengalami stagnasi.

Indef mencatat bahwa penting pula untuk mendorong daya beli kelas menengah yang berjumlah 70% dari penduduk Indonesia, demi menggerakkan konsumsi maupun investasi.

"Jika tidak ada upaya ekstra, maka pertumbuhan akan relatif tertahan pada kuartal II 2019. Sehingga akan makin sulit memenuhi target pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 5,3% pada tahun 2019," tutup Tauhid.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak