alexametrics

Perbaiki Kualitas SDM, Jokowi Ingin Contek Filipina

loading...
Perbaiki Kualitas SDM, Jokowi Ingin Contek Filipina
Jokowi dalam pembukaan Musyarawah Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2019 mengatakan, bakal terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pembukaan Musyarawah Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2019 mengatakan, bakal terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Seperti diketahui pengembangan SDM menjadi sasaran pemerintah selanjutnya, setelah dalam beberapa tahun terakhir secara masif membangun infrastruktur.

Dalam hal ini Jokowi mengaku, ingin mencontek keberhasilan Filipina yang bisa mengandalkan sektor bisnis untuk membuat pendapatan ekonominya tinggi. Salah satunya adalah bisnis outsourcing yang sukses membuat ekonomi Filipina lebih tinggi dan maju

"Siapkan sumber daya manusia kita untuk hal-hal yang baru. Misalnya, Filipina siapkan bisnis outsourcing, sehingga jasa-jasa bisa diserahkan, itu jadi income terbesar di Filipina," ujar Jokowi di Jakarta, Kamis (9/5/2019).



Dia pun mengakui Indonesia memiliki kompetensi yang bagus, lantaran itu reformasi pendidikan perlu dilakukan agar generasi bangsa semakin kreatif dalam meningkatkan ekonomi Indonesia. "Anak-anak kita juga pintar-pintar. Jangan sudah 50 tahun lebih kita hanya ada jurusan bangunan, mesin, dari dulu gitu-gitu aja. Kita ingin cepat berubah karena dunia berubahnya cepat," jelasnya.

Lebih lanjut, Jokowi juga menekankan bakal meningkat program kesehatan di Indonesia sehingga dapat mengurangi stunting (kekurangan gizi) atau gizi buruk yang menurutnya bisa menghambat ekonomi. "Di bidang kesehatan jangan sampai lima tahun mendatang, kita masih mendengar stunting, gizi buruk, kematian anak dan ibu yang begitu tinggi," tegas dia.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak