alexametrics

Director GM OLX Indonesia Johan Nel

Suka Merekrut Karyawan yang Lebih Cerdas

loading...
Suka Merekrut Karyawan yang Lebih Cerdas
Director GM OLX Indonesia Johan Nel
A+ A-
BISNIS berbasis pelanggan selalu membutuhkan orang-orang kreatif dan inovatif yang akan menjadikan perusahaan lebih unggul dari pesaingnya.

Prinsip ini diterapkan pimpinan OLX Indonesia yang berambisi melipatgandakan pertumbuhan bisnis setiap tahunnya.OLX sebagai pemain terbesar di bisnis iklan baris daring di Indonesia terus mengembangkan bisnisnya melalui kategori produk dan jasa yang kian beragam, dengan fokus terbesar pada segmen automotif dan properti.

Belum genap setahun ini OLX Indonesia dipimpin oleh sosok milenial, Johan Nel, yang menjabat director GM OLX Indonesia. Selain berfokus pada pelanggan, dia menyadari arti penting timnya dalam mem bawa kesuksesan perusahaan.



Karena itu, pria asal Afrika ini tidak ragu merekrut orang yang lebih cerdas dari dirinya. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut petikan wawancara KORAN SINDO dengan Johan Nel belum lama ini.

Bisa diceritakan perkembangan bisnis OLX di Indonesia?
Sejak 2005 hingga kini peluang dan perkembangannya cukup meyakinkan. Ada jutaan penjual dan pembeli yang terhubung dan bernegosiasi melalui platform OLX. Di sisi lain, kategori barang atau jasa yang ditawarkan juga berkembang pesat.

Salah satunya kategori automotif, baik mobil, motor, maupun suku cadangnya. OLX menjadi mitra yang mempertemukan penjual dan pembeli mobil dan motor ini. Ini menjadi salah satu kekuatan terbesar kami.

Kedepan fokus kami adalah menumbuhkan bisnis ini lebih baik lagi dan berkelanjutan. Untuk angkanya, kami tidak bisa sebutkan persisnya, tapi kami punya target ambisius untuk melipatgandakan pertumbuhan setiap tahunnya.

Apa saja kategori produk yang menjadi andalan?
Sebagai situs iklan baris daring, ada banyak jenis barang dan jasa yang ditransaksikan di OLX, mulai gadget hingga lowongan kerja. Ada sekitar 20 juta pengguna aktif setiap bulan yang mencari barang yang mereka butuhkan. Dalam hal ini ka tegori yang kuat adalah automotif, properti (real estate), dan handphone bekas.

Untuk produk automotif misalnya kami mencatat setiap bulannya sekitar 5,5 juta pencari mobil di OLX. Lalu, 8 dari 10 mobil yang di jual secara daring ada di OLX. Jadi, sekitar 80% mobil bekas yang di pasar kan ada di OLX. Ini yang membuat posisi bisnis OLX sangat kuat dan kami akan tumbuh dari situ.

Mobil-mobil yang ditawarkan apa saja?
Memang paling banyak dipasarkan adalah mobil-mobil merek asal Jepang. Data OLX juga menunjukkan bahwa produk Toyota seperti Avanza paling banyak dicari dan dijual. Tapi, kelebihannya iklan baris daring, kami punya semua.

Ada banyak ragam kendaraan, mulai yang entry level sampai yang sangat mahal. Mulai dari mobil klasik, mobil hobi, modifikasi, sampai yang high end ada di OLX. Sebut saja Mercedez Benz, BMW, Ferrari, Maserati, dan Mustang.

Tahun lalu OLX juga bermitra dengan BeliMobilGue, seperti apa kerja samanya?
OLX Indonesia adalah bagian dari Naspers Group, sebuah perusahaan produk dan teknologi global yang mengoperasikan jaring an platform jual-beli terkemuka, di lebih dari 40 negara.

Naspers yang bermarkas di Afrika Selatan bermula dari bisnis media dan lama-lama berkembang menjadi bisnis internet dan mereka ini sangat entrepreneur sehingga aktif mencari mana saja perusahaan termasuk startup yang tumbuh pe sat dan kemudian diberikan investasi atau pendanaan.

Salah satu perusahaan tersebut adalah Frontier Car Group (FCG) dari Jerman, yang dalam hal ini mereka juga berinvestasi di Indonesia melalui BeliMobilGue. OLX Indonesia bekerja sama dengan Beli Mobil Gue tujuannya memberikan kenyamanan, kemudahan, dan kepuasan kepada pelanggan (customer).

Mereka bisa menjual langsung di OLX atau alternatif lainnya datang ke BeliMobilGue, selanjutnya akan dinilai harganya, deal, dapat cash. Nantinya mobil-mobil yang ada di Beli Mobil Gue juga dijual kepada dealer-dealer yang menjadi rekanan OLX.

Jadi, nanti mobilnya muncul lagi di OLX sehingga seperti sebuah ekosistem yang memberikan level kenyamanan untuk semuanya, baik pem beli maupun penjual.

Bagaimana dengan kategori properti?
Properti adalah fokus terbesar kedua kami. Dalam hal ini kami menekankan pada agen properti atau seberapa besar si agen bisa menggunakan OLX secara nyaman. Tugasnya OLX ialah sebagai platform yang mempertemukan penjual atau para agen ini dengan pembeli potensial.

Pada saat ini kira-kira ada 92.000 penjual properti di OLX dan sekitar 20%-nya adalah agen properti. OLX ingin angka ini semakin besar. Properti agen ini datang ke OLX, mereka mendapatkan pembeli dan mereka percaya kepada OLX.

Itu yang mau dikejar untuk pro perti. Kami juga mencatat dalam sebulan ada sekitar 610.000 pencari properti di OLX, 335.000 iklan properti, dan 72.000 item properti yang terjual di OLX.

Supply properti terbanyak di wilayah mana saja?
Pada intinya kita harus tumbuh, tidak hanya di Jakarta, tapi juga melakukan ekspansi di daerah lain seperti di Surabaya beberapa bulan lalu untuk melakukan kemitraan dengan beberapa agen.

Agen properti itu banyak, tapi jualannya masih off line. Nah, OLX datang untuk mengajak me reka beralih ke online. Kami bantu mereka untuk menjual properti lebih cepat melalui online.

Bagaimana upaya OLX untuk menjamin keamanan jutaan transaksi yang terjadi setiap hari?
Bisnis inti kami berpusat kepada pelanggan (customer centric), bagaimana menjadikan jual-beli lebih mudah dan aman bagi pelanggan. Ke arah sana artinya adalah membangun kepercayaan. Bagaimana kita membuat pembeli dan penjual percaya dengan OLX.

Kami melakukannya melalui dua hal, yaitu kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan machine learning. Kami punya tim untuk mengoperasikannya, di mana sebelum iklan-iklan baris ini dimunculkan akan dicek dulu kelayakannya oleh tim AI. Kami juga memprediksi perilaku konsumen supaya membuat transaksi lebih nyaman dan lebih personal.

Secara global OLX berinvestasi hingga ratusan juta dolar pada teknologi dan people untuk menjadikan platform ini sangat aman. Teknologi yang sama dan terbaru juga dibawa ke OLX Indonesia pada tahun ini.

Boleh tahu berapa banyak profil pengguna OLX?
Ada 20 juta pengguna aktif per bulan dan sekitar 2 juta pengguna aktif harian. Jumlah iklan sebanyak 3,9 juta per bulan dan jumlah item terjual sebanyak 1,2 juta item per bulan. Pengguna OLX sebagian besar adalah laki-laki berusia 30-40 tahun.

Bagaimana menyikapi kompetisi dengan lawan bisnis?
Indonesia adalah pasar yang menarik dan potensial. Pengguna internetnya tumbuh dan pasarnya mulai beradaptasi dengan gaya hidup digital dan mobile, bahkan kreator Instagram (IG) Stories terbanyak ada di sini. Fakta yang mencengangkan.

Ihwal ini menjadikan Indonesia peluang investasi terbaik bagi apa pun bisnis yang menyasar pelanggan. Terlihat banyak invetasi mengalir ke Indonesia seperti Alibaba, Tencent, dan lainnya.

Hal yang penting adalah kita pahami bisnis inti kita dan diperkuat supaya unggul. Misalnya bisnis mobil dan properti tentu banyak pesaingnya, tapi bagaimana kita menjadikannya lebih baik lagi dan masyarakat antusias menggunakan OLX.

Core yang OLX kuat dibanding kompetitor adalah memfasilitasi peer-to-peer untuk jualbeli barang bekas. Di sisi lain, OLX juga berhadapan dengan e-commerce lain, yaitu e-commerce yang menjadi unicorn dan progresnya sangat pesat sekali.

Justru hal yang kompetitif itu yang membuat market Indonesia sesuatu yang luar biasa dan itu yang menginspirasi OLX terus berinovasi dalam memberikan pelayanan lebih baik lagi.

Bagaimana anda menerapkan gaya kepemimpinan di perusahaan ?
Tidak peduli apa pun bisnis yang dijalankan, prinsip yang anda bawa ke perusahaan adalah segalanya. Bagi saya prinsipnya ada tiga. Saya orang dari Afrika Selatan dan menjadi tantangan karena di sini karyawannya kebanyakan berbahasa Indonesia.

Tapi, yang paling penting ialah menyatukan visi. Maka, people itu sangat penting dan segalanya. Saya selalu memegang falsafah ini, selalu rekrut orang yang lebih cerdas dari anda karena pada saatnya itu akan membantu anda.

Saya tidak pernah ragu merekrut orang yang berpotensi menggantikan pekerjaan saya karena lalu saya tahu mereka akan menantang, akan mendorong, akan mengajari saya sesuatu hal. Sebagai pemimpin kita juga harus memastikan bahwa mereka paham arah atau visi dari perusahaan.

Prinsip kedua adalah ownership. Ini artinya bahwa tidak ada orang lain yang bertanggung jawab kecuali anda. Kalau semua orang berpegang pada falsafah ini, maka tidak akan saling lempar tanggung jawab atau menunda suatu pekerjaan atau proyek karena merasa itu bukan tugasnya.

Untuk membuat bisnis sukses itu harus extreme ownership. Ini saya pelajari dari sebuah buku yang saya dapat dari bos saya pada saat awal karir saya sebagai manajer. Prinsip ketiga terinspirasi dari CEO Amazon Jeff Bezos, yang intinya adalah kita harus selalu melihat hari-hari kita bekerja ini sebagai hari pertama.

Apalagi, bagi kami di industri internet, anda tidak bisa mengikuti status quo, anda tidak bisa berasumsi setiap hari akan sama. Setiap hari adalah brand new. Selalu begitu motivasinya. Jadi, bagi saya leadership itu adalah tentang orang di sekitar anda, ownership dan urgensi dari sesuatu yang baru setiap harinya.

Apakah anda merasakan kejutan budaya ketika pertama kali ke sini?
Ke mana pun anda bepergian di dunia ini akan selalu merasakan perubahan budaya. Sebagai ekspatriat, pada enam bulan pertama memang sulit karena harus beradaptasi, belajar, melihat apa perbedaannya, dan harus memahami cara kerja segala sesuatu.

Tapi, sekarang setelah sembilan bulan saya sudah merasa seperti di rumah sendiri, dikelilingi orang-orang hebat. Saya selalu terinspirasi oleh bagaimana berdedikasi dan bersemangatnya orang-orang di kantor ini. Kadang tidak ada yang minta lembur pun banyak yang betah berlama-lama di kantor. (Inda Susanti/Nanang Wijayanto)
(nfl)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak