alexametrics

Pemerintah Buka Lelang Migas Tahap II

loading...
Pemerintah Buka Lelang Migas Tahap II
Pemerintah Buka Lelang Migas Tahap II. (Dok. SINDOnews).
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah membuka lelang wilayah kerja (WK) minyak dan gas (migas) tahap dua tahun 2019. Tahap lelang kali ini pemerintah akan melelang empat wilayah kerja migas, dua di antaranya merupakan WK migas yang pada tahap pertama kemarin belum ada pemenangnya.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto mengatakan, pada lelang tahap kedua ini pemerintah melelang tiga WK migas eksplorasi, yaitu WK Kutai, WK Bone, dan WK Ganal. Selain itu, satu WK produksi, WK West Kampar.

“Lelang tahap kedua, pertama, West Ganal. Kemarin ada peminat, tapi belum ada pemenang. Lalu kedua, West Kampar. WK baru adalah WK Kutai dan WK Bone. Jadi total ada empat. Tiga eksplorasi dan satu produksi (West Kampar),” ujar Djoko di Kementerian ESDM, Jakarta, kemarin.



Menurut Djoko, untuk WK baru atau WK Kutai merupakan WK yang ada di Kalimantan Timur dengan wilayah bagian onshore dan offshore. Luas wilayah dari WK migas tersebut seluas 7.356 kilometer (km). “Itu sangat potensial untuk kita lelang. Ada kemungkinan menyambung dan ada hidrokarbon di sana. Kedalaman air sampai 100 meter," kata Djoko.

Sedangkan untuk WK Bone berada di Offshore Sulawesi Selatan dengan luas 8.000 meter. WK yang berdekatan dengan WK Sengkang ini merupakan salah satu WK berpotensi memiliki potensi gas. “Sebelah kirinya ada WK Sengkang. Itu gas, jadi kita harap ada potensi sama. Kemungkinan besar bisa discovery, kedalamannya sekitar 100 meter. Blok Sengkang itu onshore, lapisan bawah tanah nyambung ke offshore,” kata Djoko.

Dia mengatakan, kedua WK tersebut, pemerintah membuka penawaran dengan bonus tanda tangan sebesar USD2,5 juta dan komitmen kerja pasti untuk melakukan studi seismik dan GnG. Sedangkan satu WK eksplorasi lainnya yang dilelang adalah West Ganal. WK West Ganal bukan blok sembarangan karena blok ini sebelumnya bagian dari Blok Makassar Strait yang merupakan bagian dari proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) atau proyek migas laut dalam yang dikelola Chevron.

Blok West Ganal berlokasi di lepas pantai Kalimantan Timur. Dilelang dengan syarat bonus tanda tangan minimal USD15 juta dan minimal komitmen kerja pasti, yakni kegiatan studi GnG, pengeboran tiga sumur eksplorasi, lalu kegiatan survei seismik 3D 400 km2, dan seismik 2D 500 km.

Pada kesempatan sama, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan, salah satu alasan pemerintah melelang ulang dua WK itu adalah agar pemerintah mendapatkan penawaran lebih tinggi lagi dari apa yang ditawarkan pemerintah.

“Selain akan melelang dua blok, WK West Ganal dan WK West Kaimana, pemerintah juga akan melelang beberapa blok WK migas lainnya. Semoga dalam lelang tahap dua nanti yang dua tadi sudah bisa ditentukan pemenangnya, jadi mohon bersabar, besok akan kita lelang,” kata Arcandra.

Lelang ini dibuka mulai dari 8 Mei 2019 hingga 31 Juli 2019. Sedangkan batas akhir submit dokumen lelang pada 5 Agustus 2019. Iklim investasi migas Indonesia khususnya di sektor hulu menunjukkan tren menarik bagi investor, terutama sejak mulai diberlakukannya skema bagi hasil gross split. Perubahan sistem kontrak ke gross split merupakan kebutuhan Indonesia untuk bersaing dengan negara lain dalam menarik investor.

Tercatat selama 2017–2018, sebanyak 14 wilayah kerja migas berhasil dilelang dengan sistem gross split. Kemudian sejumlah blok migas terminasi yang dilakukan perpanjangan kontrak juga menerapkan gross split.

Tingginya kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Indonesia juga bisa dilihat dari komitmen mereka membayar komitmen kerja pasti (KKP) dan signature bonus yang menjadi bagian dari sistem gross split. Dari seluruh kontrak blok migas yang menggunakan gross split telah terkumpul dana KKP sebesar Rp31,5 triliun dan signature bonus sebesar Rp13,4 triliun. (Nanang Wijayanto)
(nfl)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak