alexametrics

Luhut Sebut Kebijakan Tenggelamkan Kapal Tak Buat Kapok

loading...
Luhut Sebut Kebijakan Tenggelamkan Kapal Tak Buat Kapok
Menko Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan meminta agar Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Susi Pudjiastuti memiliki inovasi baru tidak hanya tenggelamkan kapal. Foto/Rina Anggareni
A+ A-
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan meminta agar Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Susi Pudjiastuti memiliki inovasi baru agar pencurian ikan tidak kembali terjadi di perairan Indonesia. Hal ini pasalnya, kebijakan tenggelamkan kapal yang dilakukan Menteri Susi belum membuat kapal asing kapok untuk mencuri ikan.

"Memang apa yamg dibuat ibu Susi itu bagus, kita tenggelamin harus ada shock terapi. Tapi jangan sepanjang masa shock terapi, capek juga orang nanti akhirnya bosan," ujar Menko Luhut di Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Sambung dia menambahkan, kebijakan tenggelamkan kapal juga harus diiringi peningkatan produksi laut ditambah Menteri Susi menurutnya harus membuat sebuah Undang-undang yang kuat atau langkah lain seperti membuat penangkaran. "Nah sekarang what next, sekarang di undang-undang itu sudah dibuat bahwa harus bikin penangkaran ikan. Ya kita kembangkan juga itu, satu. kan banyak sekali tempat seperti di natuna," jelasnya.



Dia pun menegaskan agar kapal asing yang mencuri hasil laut di Indonesia perlu diberantas. Untuk itu, Luhut meminta agar Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia bersinergi dengan kementerian lainnya. Menurutnya selama ini kapal pencuri ikan banyak berkeliaran di lautan Indonesia, karena kapal Indonesia jarang melakukan pencarian ikan di wilayah laut yang memiliki sumber daya yang melimpah.

"Kita marah-marah orang kapal asing datang ke kita, loh kapal kita nggak ada di sana. Jadi presiden sudah perintahkan dalam enam bulan selesai harmonisasi peraturan perundang-undangan," ungkapnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak