alexametrics

Tekan Defisit, Menko Darmin Akan Hentikan Impor Solar dan Avtur

loading...
Tekan Defisit, Menko Darmin Akan Hentikan Impor Solar dan Avtur
Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, laju impor minyak dam gas (migas) bakal disetop dengan harapan mampu menahan agar defisit transaksi berjalan dan perdagangan tidak melebar. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, laju impor minyak dam gas (migas) bakal disetop dengan harapan mampu menahan agar defisit transaksi berjalan tidak melebar. Bahkan Darmin mengaku, sudah mendapatkan sinyal dari PT Pertamina agar tidak lagi mengimpor solar dan avtur.

"Sepertinya bulan depan itu Migas (minyak dan gas bumi) seperti avtur dan solar enggak bakal impor, soalnya kita mau pakai produk sendiri. Menurut Pertamina dan ESDM nanti itu sudah enggak impor dan ini akan menolong transaksi berjalan kita," ujar Darmin di Jakarta, Jumat (10/5/2019)

Sambung dia menegaskan, penghentian impor avtur dan solar ini tidak akan mengganggu kebutuhan domestik dalam negeri. Pasalnya PT Pertamina memiliki eksplorasi yang cukup banyak. "Pertamina memjelaskan kepada kita, mereka akan cukup memenuhi kebutuhan domestiknya jadi tidak terganggu," katanya.



Sebagai informasi, sebelumnya Bank Indonesia mencatat penurunan defisit neraca transaksi berjalan pada triwulan I 2019 terutama didukung oleh peningkatan surplus neraca perdagangan barang sejalan dengan peningkatan surplus neraca perdagangan nonmigas dan perbaikan defisit neraca perdagangan migas.

Hal ini dipengaruhi oleh penurunan impor yang lebih dalam dibandingkan penurunan ekspor, sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk melakukan pengendalian impor beberapa komoditas tertentu yang diterapkan sejak akhir 2018.

Sementara itu, defisit neraca jasa mengalami peningkatan terutama disebabkan oleh penurunan surplus jasa perjalanan (travel), seiring dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang menurun sesuai dengan pola musimannya, di tengah impor jasa pengangkutan barang (freight) yang menurun.

Sementara itu, tansaksi modal dan finansial pada triwulan I 2019 mencatat surplus yang cukup tinggi, mencerminkan optimisme investor terhadap prospek perekonomian domestik. Surplus transaksi modal dan finansial pada triwulan I 2019 tercatat sebesar USD10,1 miliar, terutama ditopang oleh aliran masuk investasi langsung yang cukup tinggi.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak