Perluas Pasar International, PYFA Akuisisi Perusahaan Farmasi Asal Australia

Selasa, 25 Juni 2024 - 13:12 WIB
loading...
Perluas Pasar International,...
PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) membeberkan alasan mengakuisisi perusahaan farmasi asal Australia, yakni Probiotec Limited. Aksi korporasi ini untuk memperluas pasar di kancah internasional. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) membeberkan alasan mengakuisisi perusahaan farmasi asal Australia, yakni Probiotec Limited. Aksi korporasi ini untuk memperluas pasar di kancah internasional.

Baca Juga: Berkah Jual Vitamin Saat Corona, Laba Bersih Pyridam Farma Tumbuh 223%

Direktur Utama PYFA, Widjanarko Brotosaputro mengatakan, melalui transaksi tersebut perusahaan dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Selain itu, bisa meningkatkan pangsa pasar internasional. Ia yakin akuisisi juga membuat perusahaan bisa mengakses teknologi hingga riset dan pengembangan (R&D) yang lebih mumpuni.

“Akses kepada teknologi serta riset dan pengembangan yang lebih mumpuni, di mana dengan adanya rencana transaksi, grup perseroan dapat mendapatkan akses ke teknologi, penelitian, pengetahuan, dan pengembangan produk baru yang lebih mumpuni, dan dapat menghasilkan sinergi yang membawa dampak positif,” ujar pria yang akrab disapa Paulus, Senin (24/6/2024).

Baca Juga: Erick Thohir: Bio Farma dan Kimia Farma Tidak Jago Kandang

Tak hanya itu, langkah pembelian sebagian besar saham itu membuat bisnis PYFA lebih efisien. Perseroan bisa meraih skala ekonomis yang lebih menguntungkan dan mengarah pada efisiensi rantai pasokan, produksi, serta hal-hal lainnya.

“Akses kepada sumber daya, di mana melalui rencana transaksi, grup perseroan memiliki kesempatan untuk dapat memanfaatkan sumber daya Probiotec, seperti fasilitas produksi modern, jaringan yang luas, dan akses ke jaringan distribusi yang lebih baik dalam rangka menghasilkan sinergi yang positif,” paparnya.

Menurut dia, ketika Probiotec masuk ke keluarga besar Pyridam Farma, bersama dengan Holi Pharma dan Ethica Industri farmasi, juga menguatkan sinergi. Baik di sisi penguatan portofolio produk, diversifikasi produk farmasi, dan kesehatan yang lebih luas dan lengkap.

Dalam proses akuisisi Probiotec Limited, Pyridam Farma Tbk menghadapi beberapa kendala umum yang sering muncul dalam akuisisi internasional, yaitu regulasi dan kepatuhan. Di mana, perusahaan harus memenuhi persyaratan regulasi dan kepatuhan dari otoritas untuk perusahaan terbuka di Australia dan Indonesia.

Lalu, integrasi operasional. Tantangan ini dalam mengintegrasikan operasional, budaya perusahaan, dan sistem manajemen antara Pyfa Grup dan Probiotec.

“Pyridam Farma berkomitmen untuk mengatasi semua kendala yang dihadapi melalui perencanaan yang matang dan komunikasi yang transparan dengan semua pemangku kepentingan,” tutupnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
HGII Perkuat Posisi...
HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 2025–2034
Porsi Free Float Dipenuhi...
Porsi Free Float Dipenuhi hingga 40%, OJK Ungkap Emiten Bakal Dapat Insentif Pajak
Dexa Siap Bawa OMAI...
Dexa Siap Bawa OMAI Fitofarmaka ke Pasar Global Obat Herbal
Obesitas Menopause Jadi...
Obesitas Menopause Jadi Pasar Baru, Wegovy Buktikan Efektivitas Klinis
Phytochemindo Reksa...
Phytochemindo Reksa Resmikan Pabrik Klapanunggal dan Luncurkan Buku Biografi Wim Kalona
BPOM Tegaskan Peraturan...
BPOM Tegaskan Peraturan BPOM No 5/2026 Bukan Soal Penempatan Apoteker
Fokus Penataan Portofolio,...
Fokus Penataan Portofolio, TelkomMetra Gandeng Fullerton Health untuk Ekspansi AdMedika Group
Jaga Stabilitas Harga...
Jaga Stabilitas Harga Obat Nasional, Kepala BPOM Raih Penghargaan
Rekomendasi
PMGO 2026 Cetak Rekor...
PMGO 2026 Cetak Rekor Guinness, Lebih dari 1,2 Juta Pendaftar Turnamen
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Berita Terkini
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Infografis
2 Raksasa Perusahaan...
2 Raksasa Perusahaan Rokok Setop Beli Tembakau Temanggung
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved