alexametrics

BTPN Pacu Transaksi dari Pembayaran Donasi Hingga Lebaran

loading...
BTPN Pacu Transaksi dari Pembayaran Donasi Hingga Lebaran
Head of Digital Banking Bank BTPN Irwan Sutjipto Tisnabudi mengatakan, kebutuhan masyarakat Indonesia untuk berdonasi cukup tinggi bahkan termasuk dalam lima kategori pengeluaran terbesar. Foto/Hafid Fuad
A+ A-
JAKARTA - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) siap menggenjot transaksi kebutuhan berdonasi di bulan Ramadhan hingga Lebaran tahun ini. Perseroan kembangkan sinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan platform crowdfunding kitabisa.com. Hal ini demi memudahkan pembayaran zakat dan berdonasi melalui aplikasi Jenius selama Ramadhan.

Head of Digital Banking Bank BTPN Irwan Sutjipto Tisnabudi mengatakan, kebutuhan masyarakat Indonesia untuk berdonasi cukup tinggi bahkan termasuk dalam lima kategori pengeluaran terbesar. Bahkan selama Ramadhan berbagai pengeluaran juga meningkat signifikan menggunakan aplikasi digital oleh digital savvy sebesar 5-20 %.

“Pembayaran dengan digital bisa naik signifikan 75-100% di bulan Ramadhan. Karena itu kami kembangkan kerjasama dengan mitra yang menyalurkan donasi,” ujar Irwan di Jakarta.



Lebih lanjut dia menerangkan, pihaknya memiliki data Jenius Ramadhan Study 2019 untuk melihat tren kenaikan pengeluaran. Masyarakat cenderung meningkatkan pengeluaran karena ada pemasukan lebih dari Tunjangan Hari Raya (THR). Hal ini yang berpengaruh dalam pengeluaran.

Enam pengeluaran khusus selama Ramadhan seperti berbuka puasa bersama teman hampir setiap hari (84%), Zakat/Donasi (81%), keperluan takjil (71%), membeli pakaian baru (66%), membeli barang-barang diskon (50%) dan biaya mudik (49%).

“Bulan Ramadhan adalah momen berbagi kebaikan. Jenius ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat digital savvy dalam berbagi kebaikan sesuai dengan masukan dari pengguna Jenius berdasarkan riset. Berkolaborasi dengan BAZNAS, kami memberikan kemudahan untuk membayar zakat dan berdonasi di bulan Ramadhan,” ungkap Irwan.

Pembayaran zakat melalui aplikasi Jenius sangatlah simpel. Caranya, log in pada aplikasi Jenius, pilih fitur Send It, pilih Bills -Charity & Donation- BAZNAS, masukkan nominal zakat, pilih Pay Now, lalu melakukan konfirmasi dengan memasukkan password, dan zakat berhasil terbayar.

Selain itu, terdapat tiga cara untuk berdonasi Paket Ramadan Bahagia (PRB) melalui situs crowdfunding kitabisa.com/ramadhan bahagia. Pertama, setelah memilih tombol Donasi dan memasukkan nominal donasi, masyarakat dapat melakukan pembayaran dengan Kartu Debit Jenius Visa dengan memilih metode credit card, masukkan 16 digit nomor kartu, masa berlaku kartu, dan 3 digit kode CVV.

Kedua dengan metode bank transfer ke nomor rekening Yayasan Kita Bisa dari akun Jenius. Ketiga, pembayaran dengan GO-PAY, yang saldonya dapat diisi terlebih dahulu melalui fitur e-Wallet Center.

"Dengan kolaborasi bersama BAZNAS ini, Jenius berharap dapat menghadirkan kemudahan bagi masyarakat digital savvy dalam membayar zakat dan berdonasi melalui platform digital. Selain itu, kami juga berharap dapat mengajak masyarakat digital savvy di Indonesia untuk berbagi kebahagiaan dengan berdonasi melalui program Paket Ramadhan Bahagia (PRB),” tutur Irwan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Baznas Muhammad Arifin Purwakananta mengungkapkan, bahwa selama bulan puasa, keinginan masyarakat untuk membantu sesama cenderung meningkat. Karenanya Baznas dan Jenius bekerja sama meningkatkan pelayanan untuk berdonasi.

"Layanan zakat digital memiliki keunggulan lebih, yaitu lebih simpel, aman, cepat, dan transparan, serta memungkinkan kami merespons dan melayani dengan lebih cepat para muzaki dan mustahik," katanya.

Selain memperkenalkan zakat digital, Baznas juga meluncurkan program donasi Paket Ramadan Bahagia (PRB), yaitu penyaluran paket sembako kepada para mustahik dalam menjalankan ibadah Ramadan dan Idulfitri.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak