alexametrics

Wall Street Menguat Karena Trump Menunda Kenaikan Tarif Otomotif

loading...
Wall Street Menguat Karena Trump Menunda Kenaikan Tarif Otomotif
Wall Street ditutup menguat. Foto/Crainsnewyork.com
A+ A-
NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat alias Wall Street ditutup menguat pada Rabu waktu setempat, setelah mendapati kabar Presiden AS Donald Trump berencana menunda penerapan kenaikan tarif otomotif bagi mobil impor.

Mengutip CNBC, Kamis (16/5/2019), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 115,97 poin menjadi 25.648,02. S&P 500 bertambah 0,6% menjadi 2.850,96, dan Nasdaq melompat 1,1% ke level 7.822,15.

Kenaikan pasar saham ini setelah tiga sumber mengatakan Presiden Trump akan menunda kenaikan tarif terhadap impor mobil dan suku cadang dari Uni Eropa dan Jepang, hingga enam bulan kedepan.



Sebelumnya, Trump bakal mengenakan kenaikan tarif 25% bagi impor mobil dan suku cadang dari Uni Eropa dan Jepang, demi melindungi industri otomotif Amerika Serikat.

Berita yang pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg tersebut menbuat harga saham-saham otomotif menguat. Saham Fiat Chrysler yang terdaftar di bursa AS naik 1,9%, sementara Ford Motor dan General Motors masing-masing naik 1,2% dan 0,9%.

"Jika Anda melihat aksi pasar hari ini menunjukkan betapa sensitifnya investor terhadap berita perdagangan. Karena ekuitas berada dalam mode naik turun sehingga fokus investor pada ketegangan perdagangan," kata Jeff Kravetz, direktur investasi regional di US Bank Wealth Management.

Saham lainnya yang mengangkat pasar adalah Boeing dan Alphabet, induk dari Google. Saham Boeing naik 0,8% setelah Administrasi Penerbangan Federal mengharapkan raksasa dirgantara itu menyerahkan perbaikan perangkat lunak untuk pesawat 737 Max sesegera mungkin.

Saham Alphabet melompat 4,1% setelah Deutsche Bank menaikkan target harga saham pada raksasa teknologi dari USD1.300 menjadi USD1.400 per lembar saham hingga akhir tahun.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak