alexametrics

Defisit APBN Membengkak Hingga April 2019 Capai Rp101 Triliun

loading...
Defisit APBN Membengkak Hingga April 2019 Capai Rp101 Triliun
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat angka defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) hingga akhir April 2019 mencapai Rp101 triliun. Foto/Rina Anggraeni
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat angka defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) hingga akhir April 2019 mencapai Rp101 triliun. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menerangkan, defisit APBN ini membengkak bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu dimana pada April 2018 sebesar Rp54,9 triliun.

"Keseimbangan primer minusnya mencapai Rp18,4 triliun. Periode yang sama tahun 2018 keseimbangan primer positif Rp24,4 triliun, ini lebih dalam karena tekanan belanja negara menghasilkan APBN bulan April yang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu," ujar Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Lebih lanjut, Ia menerangkan defisit APBN hingga April 2019 ini disumbang oleh pendapatan negara sebesar Rp530,7 triliun atau 24,51% dari target APBN 2019. Angka ini tumbuh tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 528 triliun



Sementara itu dari realisasi belanja negara, tercatat mencapai Rp631,78 triliun atau sudah 25,67% dari pagu APBN 2019. Realisasi tersebut sekitar 8,38% dibandingkan realisasi APBN pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp582,95 triliun.

Sambung dia menambahkan, persentase terhadap PDB, defisit APBN per April 2019 mencapai 0,63%. Sementara periode yang sama di tahun 2018, defisit mencapai 0,37%. "Kita melihat pendapatan negara kita juga mengalami tekanan dan belanja negara tetap mengalami pertumbuhan yang cukup sehat, namun kalau dilihat dari pembiayaan itu masih lebih kecil," katanya.

Kendati demikian, Ia menegaskan defisit APBN ini akan terus diperbaiki agar tidak terus melebar dan mengaku masih optimistis bisa mencetak surplus. "Ini masih kita bakal terus genjot pendapatan dengan penerimaan pajak, jadi biar tidak membengkak dan melebar," jelasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak