alexametrics

Sumber Alfaria Trijaya Raih Pendapatan Rp66,82 T Sepanjang 2018

loading...
Sumber Alfaria Trijaya Raih Pendapatan Rp66,82 T Sepanjang 2018
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) sepanjang tahun 2018, mencatatkan pendapatan sebesar Rp66,82 triliun atau meningkat 8,72% dibandingkan tahun 2017. Foto/Hasan Kurniawan
A+ A-
TANGERANG - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) sepanjang tahun 2018, mencatatkan pendapatan sebesar Rp66,82 triliun atau meningkat 8,72% dibandingkan tahun 2017 lalu. Adapun laba tahun berjalan AMRT pada 2018 tumbuh 159% dibanding 2017 menjadi Rp 668,43 miliar.

Presiden Direktur Sumber Alfaria Trijaya Hans Prawira menerangkan, catatan ini didukung oleh pertumbuhan gerai Alfamart sebesar 15.294 gerai yang terdiri dari 13.678 gerai perseroan dan 1.615 gerai entitas anak di seluruh pelosok negeri. "Memang harus diakui bahwa pada 2018 lalu, pertumbuhan gerai perseroan dan entitas anak tidak sepesat di tahun-tahun sebelumnya, karena fokus meningkatkan penjualan gerai yang ada," terang Hans di Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) juga disepakati pembagian dividen sebesar Rp2,64 per lembar saham. Dividen itu merupakan tambahan dividen akhir tahun senilai Rp 3,6 per lembar. Karenanya total dividen yang diambil dari laba bersih per 31 Desember 2018 sebesar Rp 6,24 per lembar saham.



Lebih lanjut, Ia menambahkan bakal terus meningkatkan penjualan, termasuk di antaranya perbaikan kinerja gerai, dan lainnya sebagai upaya memperkuat jaringan gerai Alfamart. "Hingga tahun 2018, perusahaan mengelola 32 gudang dan entitas anak mengelola 10 gudang. Di tahun itu, kami juga punya banyak program kerjasama kemitraan, seperti program Kasoebi," terang Hans lagi.

Tidak hanya fokus pada penjualan di dalam negeri, ternyata Alfamart juga melakukan ekspansi ke negeri tetangga, Filipina. Bahkan, sudah berhasil membuka sebanyak 500 gerai di negeri Jose Rizal tersebut. "Kami baru melakukan ekspansi ke Filipina. Sudah 500 toko kita di Filipina dan potensinya masih sangat besar. Ekspansi tidak agresif tahun sebelumnya," tukasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak