alexametrics

Bapok dengan Harga Terjangkau, Kemendag Hadirkan Bazar Ramadhan

loading...
Bapok dengan Harga Terjangkau, Kemendag Hadirkan Bazar Ramadhan
Kemendag bekerja sama dengan pelaku usaha barang kebutuhan pokok (bapok) menyediakan bapok dengan harga yang lebih terjangkau melalui kegiatan pasar murah bertajuk Bazar Ramadhan. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) bekerja sama dengan pelaku usaha barang kebutuhan pokok (bapok) menyediakan bapok dengan harga yang lebih terjangkau melalui kegiatan pasar murah bertajuk Bazar Ramadhan. Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih, mengungkapkan hal tersebut pada pembukaan Bazar Ramadhan di kantor Pusat Pengembangan Sumber Daya Kemetrologian (PPSDK) Kemendag, Cihanjuang, Bandung, Jawa Barat.

“Melalui kegiatan Bazar Ramadan ini diharapkan konsumen akan mendapat harga yang lebih murah dari harga pasar. Hal ini karena Bazar Ramadhan mendekatkan produsen kepada konsumen sehingga biaya distribusi dapat dipotong dan lebih efisien,” ujar Karyanto di Jakarta.

Penyelenggaraan Bazar Ramadhan yang digelar di areal parkir PPSDK Cihanjuang pada 16 sampai dengan 17 Mei 2019 ini merupakan pembuka dari rangkaian Bazar Ramadan tahun 2019.



Karyanto menjelaskan, barang-barang yang dijual pada bazar ini 85% meliputi bapok yang dibutuhkan masyarakat seperti beras, gula pasir, tepung terigu, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, telur ayam, cabe, bawang, dan komoditas pangan pokok lainnya. Sedangkan 15 persen lainnya diisi oleh produk UKM.

Bazar dibuka untuk pengunjung umum, baik pegawai PPSDK dan masyarakat sekitar dengan waktu buka pukul 09.00-14.00 WIB. “Para pelaku usaha sudah menyatakan siap mendukung pelaksanaan Bazar Ramadhan Kemendag melalui penyediaan komoditas dengan harga jual di bawah harga pasar,” tegas Karyanto.

Sebanyak 32 stan yang disediakan di Bazar Ramadhan PPSDK akan ditempati 14 pelaku usaha bapok, yaitu Perum Bulog, produsen gula, anggota Asosiasi Distributor Daging Indonesia (ADDI), PINSAR Petelur Nasional, PT Charoen Pokphand, anggota Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo), PT Salim Ivomas Pratama, PT Sari Agrotama Persada, Musim Mas Group, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, Sungai Budi, PT Agronic, dan PT Tunas Maju Mandiri.

Selain itu, 5 pelaku usaha pangan olahan juga turut mengisi stan, yaitu PT Mayora Indah, PT Sukanda Djaya, PT Indofood Sukses Makmur, PT Sinar Sosro, dan PT Niramas Utama. Ada pula 7 pelaku usaha ritel anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), yaitu PT Hero Supermarket (Giant), PT Trans Retail Indonesia (Transmart), PT Matahari Putra Prima (Hypermart), PT Indomarco Prismatama (Indomaret), PT Akur Pratama (Yogya), Alfamart, dan PT Lotte Shopping Indonesia (Lottemart).

Kemendag juga menghadirkan sepuluh pelaku UKM binaan yang menyediakan produk pangan dan nonpangan.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak