alexametrics

Defisit Dagang Lebar, Darmin Akui Mengancam Pertumbuhan Ekonomi

loading...
Defisit Dagang Lebar, Darmin Akui Mengancam Pertumbuhan Ekonomi
Menko Darmin Nasution mengatakan, melebarnya defisit neraca perdagangan Indonesia yang sangat curam bisa mengancam menurunkan pertumbuhan ekonomi nasional. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, melebarnya defisit neraca perdagangan Indonesia yang sangat curam bisa mengancam menurunkan pertumbuhan ekonomi nasional. Lebih lanjut terang dia, kinerja ekspor tengah menghadapi masa sulit akibat perang dagang yang terus berlanjut.

"Ya memang defisitnya sangat lebar, artinya membuat kita harus mempelajari situasi. Bukan hanya ekspor yang melambat, impornya juga mulai melambat. Sehingga kalau tidak bisa mencari jalan menjaga pertumbuhan, ini bisa menurun," ujar Menko Darmin di Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Dengan situasi global yang penuh dengan ketidakpastian, investasi menjadi fokus utama bagi pemerintah. Sebab, investasi selalu dikaitkan dengan upaya meningkatkan ekspor nasional. Namun, di sisi lain hal itu tidak mudah di tengah perang dagang antara Amerika Serikat dan China.



"Kita tidak yakin bahwa (perang dagang) akan terjadi dalam jangka pendek, kalau mereka sudah kapok tentunya mereka pasti berdamai cepat-cepat berarti itu orang tidak kapok," tutur dia.

Perang dagang yang diprediksi olehnya bakal berlangsung panjang, membuat Darmin mengingatkan pentingnya mendorong investasi untuk industri yang dapat melakukan subtitusi barang impor dengan produksi dalam negeri. "Ini memang sejalan, kita ada tax holiday yang diberikan sehingga yang kita inginkan bukan hanya langsung untuk ekspor tetapi menggantikan yang impor," katanya.

Lebih lanjut, Darmin menyatakan, pemerintah masih harus bekerja lebih keras untuk mendorong substitusi impor maupun menjaga kinerja ekspor nasional. Di satu sisi, laju impor masih harus dijaga agar tidak melemah.

"Jadi ini adalah situasi yang kita lihat belakangan, tidak terlalu menggembirakan tetapi tidak perlu juga pesimis. Kalau mau ekspor kelihatan harus lebih cermat apa barangnya, itu sudah harus diidentifikasi dengan baik kalau cuma dicoba dalam situasi ini tentu tidak menarik," tutupnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak