alexametrics

Pertamina EP Tangani 47 Proyek Hulu Pertamina

loading...
Pertamina EP Tangani 47 Proyek Hulu Pertamina
Pertamina EP tangani 47 proyek hulu Pertamina. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Anak Usaha PT Pertamina (Persero) yaitu PT Pertamina EP akan menangani 47 proyek hulu migas tahun ini. Jumlah proyek tersebut menjadi yang terbesar diantara anak usaha lainnya.

"Sebanyak 47 proyek hulu oleh Pertamina EP sedangkan 29 proyek oleh Pertamina Hulu Energi," ungkap Direktur Hulu Pertamina, Dharmawan H. Samsu dalam dialog bersama wartawan di Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Sedangkan anak usaha lainnya, yakni PT Pertamina Hulu Indonesia kebagian 19 proyek, PT Pertamina EP Cepu sebanyak 2 proyek dan PT Pertapmina PEPC ADK sebanyak 1 proyek.



"Ada 24 sumur eksplorasi dan 287 sumur eksploitasi migas domestik yang sudah selesai di bor hingga April 2019," tegasnya. Hingga akhir 2019, lanjut Dharmawan, akan ada 311 sumur eksplorasi dan eksploitasi yang akan diselesaikan.

PT Pertamina EP Cepu merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang berkinerja moncer. Perusahaan itu berhasil membukukan laba bersih USD842,4 juta atau lebih dari Rp12 triliun dari total revenue USD1,77 miliar pada 2018. Angka tersebut menunjukkan peningkatan 27% dibandingkan laba bersih tahun 2017 sebesar USD 662,2 juta.

Direktur Utama PT Pertamina EP Cepu, Jamsaton Nababan, mengungkapkan hal ini menempatkan Pertamina EP Cepu sebagai penyumbang laba terbesar pertama di lingkungan Anak Perusahaan Pertamina.

"Tahun 2018, kinerja PEPC sangat bagus. Perusahaan juga mendapatkan point kesehatan AAA, point tertinggi untuk kesehatan perusahaan. Ini semua merupakan prestasi yang dapat mendorong semangat insan PEPC untuk menjadi lebih baik lagi di tahun 2019," tutur Jamsaton Nababan.

Selain membukukan laba terbesar, realisasi produksi PEPC di tahun 2018 mengalami peningkatan. Realisasi Produksi mencapai 103,7% dari target karena berhasilnya pengaplikasian penambahan crude cooling system. Selain itu, realisasi Lifting mencapai 104,3% dari target karena adanya Optimalisasi lifting dengan meminimalkan inventory FSO Gagak Rimang.

"Lapangan Banyu Urip yang menyumbang 30% dari produksi minyak nasional telah melampaui target produksi 2018 dengan rata-rata rata-rata produksi 208,8 MBOPD dan total produksi 76,21 MMBO di tahun 2018," kata Jamsaton.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak