alexametrics

Harga Cabai di Sulut Meroket, Pasokan Didatangkan dari Surabaya

loading...
Harga Cabai di Sulut Meroket, Pasokan Didatangkan dari Surabaya
Cabai di Manado mengalami kenaikan yang cukup mengkhawatirkan. Normalnya hanya di kisaran Rp40.000 per kg. Foto/Cahya Sumirat
A+ A-
MANADO - Harga cabai (rica) meroket sejak awal Ramadhan hingga saat ini pada pasar-pasar tradisional di Manado. Tercatat cabai lokal yang dipasok dari Gorontalo dan Minahasa di jual pada kisaran Rp40.000 per kg untuk terus merangkak naik hingga Rp100.000 sampai Rp120.000 per kg. Sementara cabai dari Surabaya relatif murah di kisaran Rp60.000 per kg.

Menyikapi hal ini, Pemerintah provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) akan mendatangkan pasokan cabai dari Surabaya untuk menstabilkan harga yang sempat menyentuh harga Rp120 ribu per kg. Gubernur Sulut Olly Dondokambey menegaskan intervensi yang dilakukan dipastikan tidak merugikan petani dan pedagang. Pasalnya ketika harga sudah stabil maka pasokan bakal dihentikan.

“Intervensi hanya hanya untuk stabilitas harga. Artinya jangan sampai lebih dari 50 ribu rupiah per kilogram. Makanya pasokan dilakukan hanya sebesar 20 ton per hari,” kata Olly saat menghadiri rapat koordinasi High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi Sulut yang dilaksanakan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut, Senin (20/5).



Olly meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sulut diharapkan mampu mengendalikan inflasi utamanya dalam pengendalian ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga.

TPID Sulut juga harus mewaspadai gejolak harga bawang, rica dan tomat (Barito) yang biasa terjadi menjelang Idul Fitri dan perayaan keagamaan lainnya. “Komoditi Barito perlu diperhatikan agar tidak menyebabkan inflasi. Saya yakin TPID mampu menjaga inflasi,” pinta Olly.

Menurutnya, terjadinya deflasi pada bulan April sebesar 1,27% merupakan tabungan yang baik menghadapi Idul Fitri 2019. “Angka ini juga memotivasi kita meraih pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3 hingga 6,7 persen dan inflasi 2,7 plus minus 1 persen pada tahun ini,”tuturnya.

Disamping itu, menurut dia, sejak dibentuknya TPID Sulut, tingkat inflasi dari tahun ke tahun menunjukkan perkembangan sangat baik. “Karena dapat menjaga inflasi, kita mendapatkan satu penghargaan inflasi terbaik se Sulawesi. Inilah yang harus dijaga. Karena, untuk apa pertumbuhan ekonomi tinggi, jika inflasi juga tinggi. Maka hal itu tidak ada nilainya,” tandasnya.

HLM TPID Sulut sendiri dihadiri jajaran Forkopimda, Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut Arbonas Hutabarat, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, Ketua TP PKK Sulut Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Sekdaprov Edwin Silangen dan para pejabat Pemprov Sulut.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak