alexametrics

Aduh, Rupiah Makin Melemah Mendekati Rp15.000/USD

loading...
Aduh, Rupiah Makin Melemah Mendekati Rp15.000/USD
Rupiah pada siang ini semakin melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masih melemah hingga siang ini. Di indeks Bloomberg, pada sesi I perdagangan Selasa (21/5/2019), rupiah terus melemah 15 poin atau 0,10% menjadi Rp14.470 per USD. Artinya sekitar 500 perak lagi, rupiah mendekati level psikologis Rp15.000 per USD.

Pembukaan perdagangan, rupiah di pasar spot dibuka melemah 10 poin atau 0,07% ke level Rp14.465 per USD, dibandingkan penutupan Senin kemarin di level Rp14.455 per USD.

Hasil ini membuat rupiah menjadi mata uang terlemah ketiga di Asia, dimana dolar Taiwan -0,25% ke level 31,48, ringgit Malaysia -0,22% menjadi 4,18, rupiah -0,10%, dan baht Thailand -0,07% menjadi 31,89.



Senada, data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada rehat siang ini, terdepresiasi 25 poin atau 0,17% ke level Rp14.475 per USD, setelah kemarin ditutup di level Rp14.450 per USD.

Berbeda dengan bursa di Tanah Air yang mendapat stimulus dari hasil penetapan Pilpres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), tuah ini tidak berdampak pada rupiah. Masih adanya ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China kian mengkilaukan USD sebagai mata uang safe haven.

Melansir dari Reuters, Selasa (21/5), tindakan keras Washington terhadap produk teknologi komunikasi asal China, Huawei, semakin meningkatkan permintaan akan safe haven. Indeks USD langsung naik mendekati level tertinggi 2-1/2 minggu.

Indeks USD terhadap enam mata uang utama berada di level 98,036, sebuah level tertinggi sejak 3 Mei. "Dolar telah memantapkan dirinya sebagai mata uang safe haven dan menarik permintaan disaat-saat seperti ini, dimana harha saham jatuh dan volatilitas di pasar meningkat," tulus Takuya Kanda, manajer di Gaitame.Com Research Institute.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak