alexametrics

Konsep Hunian Grand Kamala Lagoon Raih Penghargaan dari Inggris

loading...
Konsep Hunian Grand Kamala Lagoon Raih Penghargaan dari Inggris
Grand Kamala Laggon, Kawasan Central Business District (CBD) di Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi yang dikembangkan PT PP Properti, Tbk menyabet penghargaan dari Inggris. Foto/Dok
A+ A-
BEKASI - Grand Kamala Laggon, Kawasan Central Business District (CBD) di Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi yang dikembangkan PT PP Properti, Tbk menyabet penghargaan Winner for Mixed-Use Development Indonesia dari International Property Awards. Prestasi ini sangat membanggakan karena yang memberikan penghargaan tersebut berkedudukan di London, Inggris

Project Director Grand Kamala Lagoon, Putu Adi Priyatna mengatakan, penghargaan prestisius ini diumumkan dalam sebuah acara resmi di Bangkok, Thailand pada Rabu 15 Mei 2019 lalu. Penghargaan tersebut, kata dia, diterima langsung oleh Taufik Hidayat selaku Direktur Utama PT PP Properti Tbk didampingi Galih Saksono selaku Direktur Realty PT PP Properti Tbk.

"Grand Kamala Lagoon dinilai telah berhasil mewujudkan kawasan hunian dan komersial terpadu, lengkap dan modern dengan sarana pendukung seperti danau buatan, taman, akses jalan serta menjalankan konsep go green untuk pengembangan kawasannya," kata Putu pada Senin (20/5).

Menurut Putu, dalam ajang internasional ini PT PP Properti Tbk juga menyabet Award Winner for Residential High Rise Development Indonesia yang diwakili oleh Grand Shamaya, Surabaya. Penghargaan ini tentunya bisa tercapai karena adanya rasa kepercayaan yang tinggi dari masyarakat serta konsumen setia Grand Kamala Lagoon di dalam memilih sebuah investasi.

"Komitmen tepat waktu dan kualitas dalam membangun properti telah memberikan bukti nyata bahwa Grand Kamala Lagoon masih menjadi pilihan investasi masa depan yang sangat menguntungkan," imbuhnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak