alexametrics

Sri Mulyani Akui Perang Dagang Telah Berdampak pada Ekonomi Indonesia

loading...
Sri Mulyani Akui Perang Dagang Telah Berdampak pada Ekonomi Indonesia
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara Wall Street Journal CEO Council Conference yang berlangsung di Tokyo, Jepang, mengemukakan perkembangan ekonomi global terkini dan dampaknya terhadap dunia usaha.

Dalam pertemuan para pimpinan bisnis se-Asia Pasifik ini, Sri Mulyani, mengungkapkan perang dagang antara Amerika Serikat dan China telah sangat berdampak terhadap negara berkembang, terutama investasi global dan harga komoditas.

Perang dagang ini tidak hanya terkait ekonomi dan perdagangan, juga telah menyentuh isu keamanan dan politik. Indonesia juga terkena dampak dari faktor ekonomi global sebagai akibat perang dagang yang menyebabkan ketidakstabilan pada perekonomian dunia.



"Perang dagang antara dua negara perekonomian terbesar di dunia telah berdampak pada negara berkembang. Oleh karena itu, saya menyampaikan negara-negara berkembang harus selalu waspada terhadap isu ini," ujar Sri Mulyani seperti dikutip dari akun Instagramnya di Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Kata dia, Indonesia sebagai negara berkembang memiliki kebijakan makro ekonomi dan indikator ekonomi yang baik. Saat ini Indonesia masih menghadapi kendala pertumbuhan ekonomi karena faktor produktivitas.

Sehingga investasi pada infrastruktur menjadi penting. Pemerintahan Presiden Jokowi, kata Sri Mulyani, terus berkomitmen melakukan reformasi di bidang sumber daya manusia dan terus akan melanjutkan pembangunan infrastruktur dalam mengatasi masalah produktivitas.

Dia pun terus memacu produktivitas tenaga kerja. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja serta mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sehingga dapat mencapai Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

"Kami telah melakukan berbagai reformasi dan akan terus ditingkatkan. Ini semua bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja serta mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sehingga dapat mencapai Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur," jelasnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak