alexametrics

Tower Bersama Siap Terbitkan Global Bond USD850 Juta

loading...
Tower Bersama Siap Terbitkan Global Bond USD850 Juta
Tower Bersama Infrastructure akan menggunakan dana global bond tersebut untuk refinancing utang perseroan. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Emiten menara telekomunikasi PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) berencana menerbitkan global bond senilai maksimal USD850 juta atau sekitar Rp12,24 triliun. Pendanaan ini akan digunakan perseroan untuk melakukan pembiayaan kembali sejumlah utang perseroan.

Direktur Keuangan Tower Bersama Helmy Yusman Santoso mengatakan, rencana obligasi ini akan mempertimbangkan kepastian kondisi pasar yang tidak stabil. Perseroan akan menunggu kondisi pasar kondusif untuk menetapkan kupon atau bunga obligasi yang tidak terlalu mahal sehingga tidak menambah cost of fund.

"Rencana global bond maksimal USD850 juta untuk antisipasi. Jadi tergantung kondisi market dan bagaimana cost of fund juga. Rencananya untuk refinancing utang saat ini," kata Helmy di Jakarta, Rabu (22/5/2019).



Menurutnya, saat ini perseroan menunggu kondisi pasar yang lebih stabil demi tingkat bunga yang lebih aman. Sebab, saat ini rasio utang terhadap EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) perusahaan mencapai 3,1x. Sedangkan untuk tahun ini, perseroan menargetkan akan menambah sebanyak 1.000 menara telekomunikasi. Baik dengan pembangunan sendiri maupun melalui akuisisi.

Akhir tahun lalu, jumlah menara yang dimiliki mencapai 15.032. Target tenant atau penyewa menara diharapkan bertambah sebanyak 2.000 di tahun ini dengan posisi di akhir tahun lalu yang sebanyak 25.459 tenant.

Dia menyebutkan, tahun ini perusahaan menganggarkan belanja modal senilai Rp1-1,5 triliun. Dananya akan berasal dari pendanaan internal dan plafon pinjaman yang saat ini dimiliki perusahaan senilai USD600 juta dari 10 kreditor.

Perseroan juga akan membagikan dividen sebesar Rp600 miliar pada Juni mendatang. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) kemarin pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp600 miliar.

Dividen tunai akan didistribusikan pada 21 Juni 2019 kepada seluruh pemegang saham yang tercatat di Daftar Pemegang Saham pada tanggal recording date 10 Juni 2019 dan tanggal cum dividen (akhir periode perdagangan saham dengan hak atas dividen) 29 Mei 2019.

Selain itu RUPST juga telah menyetujui rencana penerbitan surat utang global yang akan diterbitkan oleh anak perusahaan melalui penawaran kepada investor di luar Indonesia.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2018, TBIG memiliki liabilitas yang seluruhnya berjumlah Rp25,43 triliun, terdiri dari liabilitas jangka pendek senilai Rp6,42 triliun dan liabilitas jangka panjang senilai Rp19,00 triliun. Sementara DER tercatat 691,23%.

Adapun, pendapatan TBIG tercatat naik 7,21% menjadi Rp4,3 triliun secara tahunan pada akhir tahun lalu dari posisi Rp4,02 triliun pada 2017. Namun, laba bersih perseroan tergerus 70,61% menjadi Rp680,68 miliar yoy dibandingkan dengan Rp2,31 triliun pada tahun sebelumnya.
(fjo)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak