alexametrics

Kerusuhan Ibu Kota Tidak Baik Bagi Dunia Usaha

loading...
Kerusuhan Ibu Kota Tidak Baik Bagi Dunia Usaha
Perkumpulan Pengusaha Muda Muslim Nasional (Permunas) mengingatkan kerusuhan dalam demo 22 Mei kemarin mengganggu iklim dunia usaha khususnya di sekitar wilayah Tanah Abang, Sarinah dan sekitarnya. Foto/SINDO Photo
A+ A-
JAKARTA - Aksi unjuk rasa yang terjadi selama dua hari sejak 22 Mei 2019, kemarin terkait penolakan hasil rekapitulasi Pilpres dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) menurut kalangan pengusaha ditaksir telah menimbulkan kerugian hingga Rp100 miliar. Terlebih apabila terus dibiarkan bakal mengganggu iklim dunia usaha khususnya di sekitar wilayah Tanah Abang, Sarinah dan sekitarnya

Ketua umum Perkumpulan Pengusaha Muda Muslim Nasional (Permunas), Mulyadi Siregar mengutarakan, contohnya aksi demo yang berujung kerusuhan kemarin mengakibatkan tutupnya aktifitas perdagangan di pasar Tanah Abang. Belum lagi terang dia banyak pedagang kecil maupun pembeli dari daerah yang mencari kebutuhan Lebaran menjadi sangat terganggu.

"Kami dari perkumpulan pengusaha muda muslim nasional (permunas) meminta agar tidak ada lagi kericuhan yang membuat cemas warga. Mari kembali membangun persatuan kita bersama sebagai sesama anak bangsa," ujar Mulyadi kepada wartawan di Jakarta Kamis (23/5).



Menurutnya sudah saatnya semua pihak menahan diri, dan kembali menempuh jalur konstitusional untuk menyelesaikan sengketa politik. Khusus dunia usaha yang berbeda pilihan politik, Mulyadi berharap terciptanya suasana kondusif apalagi di bulan suci ramadhan ini.

Dia menambahkan, jangan sampai perbedaan politik justru berdampak terhadap sektor ekonomi yang akhirnya merugikan semuanya. "Mari merajut kembali persaudaraan yang selama ini terpolarisasi akibat pilihan politik," tuturnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak