alexametrics

Ekonomi Digital Jadi Kunci Hindari Jebakan Pendapatan Menengah

loading...
Ekonomi Digital Jadi Kunci Hindari Jebakan Pendapatan Menengah
Ekonomi digital diyakini menjadi pilar penting bagi Indonesia untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap) dan menjadi negara dengan pendapatan tinggi. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Ekonomi digital menurut ekonom menjadi pilar penting bagi Indonesia untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap) dan menjadi negara dengan pendapatan tinggi. Lebih lanjut Ekonom Raden Pardede menerangkan, lewat perkembangan teknologi dan digitalisasi akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Sampai 2035, yang perlu diperhatikan adalah memfasilitasi generasi muda yang savvy dalam dunia digital, supaya digitalisasi ekonomi menjadi prioritas, terutama dalam 15 tahun ke depan," sambung Ekonom Raden Pardede dalam Diskusi Ekonomi Kadin Indonesia di Jakarta pada Jumat (24/5/2019).

Ia memaparkan untuk bisa lepas dari middle income trap, maka ekonomi Indonesia harus bertumbuh 7%. Menurutnya harus ada usaha lebih keras lagi dan perlu ada terobosan baru terutama reformasi struktural.



Kaum muda Indonesia terang dia tergolong sebagai bonus demografi hingga 2035, sesudah 2035, maka dapat dilihat bahwa generasi manusia Indonesia mulai menua sehingga jumlah usia produktif dan tabungan akan berkurang. Karena itu Ia menekankan, pentingnya untuk mempersiapkan sumber daya terlatih yang dibutuhkan industri.

Meski begitu, Ia mengutarakan pembangunan secara masif yang dilakukan pemerintah pada sektor infrastruktur sudah berada di track yang benar. "Di periode ini, Presiden terpilih akan fokus pada pengembangan human capital. Reformasi pendidikan setidaknya butuh satu generasi untuk terlihat hasilnya. Oleh karena itu perlu digabungkan dengan policy yang bisa menunjukkan hasil dalam periode singkat maupun menengah," tambahnya.

Sementara terkait kondisi global saat ini yang penuh ketidakpastian seiring memanasnya perang perdagangan antara China dan Amerika Serikat (AS). Ini disebabkan oleh bentroknya dominasi global, karena muncul superpower baru yang menyaingi dominasi AS. Tren populisme juga sedang naik yang turut mempengaruhi perpolitikan.

"Dari sisi arus modal, trade war membuat modal mengalir ke negara maju, mengakibatkan rupiah tertekan. Situasi global yang memanas seperti ini menjadi PR bagi Indonesia," jelasnya.
(akr)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak