alexametrics

Kadin Sebut Perang Dagang Sulitkan Ekonomi Indonesia

loading...
Kadin Sebut Perang Dagang Sulitkan Ekonomi Indonesia
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kebijakan Moneter, Fiskal dan Publik, Raden Pardede. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengungkapkan alasan sulitnya kondisi perekonomian saat ini.

Wakil Ketua Umum Kadin bidang Kebijakan Moneter, Fiskal dan Publik, Raden Pardede, menjelaskan kondisi perekonomian Indonesia turut dipengaruhi oleh faktor global. Contohnya adalah perang dagang AS-China yang berdampak ke seluruh negara lainnya, termasuk Indonesia.

"Kondisi ekonomi global saat ini cenderung melemah karena adanya perang dingin antara China dengan AS, ini bisa membekukan jalan baik dari sisi politik, ekonomi, maupun teknologi, bahkan sampai militer," ujar Raden di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (24/5/2019).



Perang dagang AS-China tersebut juga menekan ekspor komoditas unggulan Indonesia. Akibatnya, ekspor Indonesia pun anjlok dalam beberapa waktu terakhir ini.

"Batu bara kemudian CPO juga agak mengalami tekanan. Berpengaruh kepada trade kita dan juga tekanan account kita," katanya.

Raden melanjutkan, ekspor komoditas yang anjlok pun berpengaruh pada melambatnya penerimaan pajak. Sehingga tak heran defisit APBN pun ikut melebar.

Hingga akhir April 2019, defisit APBN mencapai Rp101 triliun atau 0,63% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini melebar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mengalami defisit 0,37% dari PDB.

"Jadi intinya, persoalan yang terjadi di dunia ini mempengaruhi perekonomian kita dan kita tentu terpengaruh," kata Raden.

Raden pun meminta pemerintah untuk turut mencari solusi atas kondisi tersebut. Menurutnya, koordinasi antara pemerintah dengan pihak swasta pun harus terus dilakukan.

"Oleh karena itu pertanyaan berikutnya adalah, kalau global seperti ini, kita berpengaruh, terus apa yang kita lakukan? Itu sebetulnya yang menjadi PR kita ke depan," tambahnya.
(ven)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak