alexametrics

Tolak Impor Jagung, Amran Dinilai Muliakan Hidup Petani

loading...
Tolak Impor Jagung, Amran Dinilai Muliakan Hidup Petani
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menilai Mentan Amran telah bertindak memuliakan petani dengan menolak impor jagung dari Argentina. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menolak tawaran kerja sama Argentina yang ingin mengimpor jagung ke Indonesia. Tawaran penolakan impor disampaikan Amran saat kunjungan Wapres Argentina Gabriela Michetti ke kantor Kemeterian Pertanian pada dua pekan lalu.

Amran sudah merasa bahwa saat ini produksi jagung nasional telah surplus. Bahkan, Ia menawarkan Indonesia siap mengekspor pisang, manggis, nanas dan salak ke Argentina. Menanggapi sikap Mentan, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bahlil Lahadalia menyebutkan bila sang Menteri telah bertindak memuliakan petani.

"Amran sudah menjaga kerja dan perekonomian petani jagung supaya tetap sejahtera. Kita tidak selalu impor, bisa juga ekspor," kata Bahlil di Jakarta.



Lainnya, menurut Bahlil, dengan kebijakan Mentan Amran yang berani menolak tawaran impor jagung Argentina, menunjukan sektor pertanian Indonesia mampu bersaing di pasar dunia. Bahlil menuturkan, dengan derasnya impor, seperti jagung, akan berprengaruh terhadap daya saing harga di tingkat petani.

"Impor pangan itu kan ada juga yang ulahnya mafia. Mengambil kesempatan dan keuntungan memanfaatkan kebutuhan pangan kita. Kasihan petani kalau kita mampu produksi tapi impor," ujar Bahlil.

Guna informasi, produksi jagung nasional tahun 2018 mencapai 30,56 juta ton dengan luas lahan panen 5,73 juta hektare. Angka produksi itu tumbuh 3,64% dibandingkan tahun 2017.

Presiden Joko Widodo juga pernah mengungkapkan, Indonesia kini telah berhasil mengekspor jagung. Terbukti tahun 2018 sebanyak 380 ribu ton produksi jagung nasional mampu di ekspor.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak