alexametrics

PLN dan ICA Berkolaborasi Suplai Makanan untuk Daerah Bencana

loading...
PLN dan ICA Berkolaborasi Suplai Makanan untuk Daerah Bencana
PLN dan ICA berkolaborasi suplai makanan untuk daerah bencana. Foto/Dok.PLN
A+ A-
JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggandeng Indonesian Chef Association (ICA) untuk menyuplai makanan ke daerah bencana.

"Ketika berada di daerah bencana, memang makanan yang tersedia untuk relawan kondisinya ala kadarnya, yang penting ada. Ini yang kurang baik karena bisa berdampak pada kesehatan para relawan maupun masyarakat korban bencana yang sangat memerlukan makanan bergizi," jelas anggota Indonesian Chef Association (ICA), Shanty Dewi Nurhayani di Jakarta, Selasa (28/5/2019).

Menurut dia, ICA yang bernaung di bawah Kementerian Pariwisata, anggotanya kerap terjun ke lokasi bencana alam untuk membantu organisasi, baik pemerintah, sosial, BUMN maupun swasta untuk mengelola dapur umum yang digelar berbagai institusi tersebut.



Dewi memaparkan, salah satu pihak yang kerap bekerjasama dengannya selaku anggota ICA adalah Tim Reaksi Cepat PLN. Data dari Departemen Corporate Communication & CSR PT PLN (Persero) menyebutkan, TRC PLN yang diinisiasi oleh Direksi PLN tersebut, memiliki misi kemanusiaan dalam dua bentuk. Yakni melakukan pencarian dan penyelamatan (search and rescue) korban bencana di wilayah berair dan daerah berketinggian, serta penyediaan dapur umum.

TRC PLN sendiri tugasnya adalah mencari dan mengevakuasi korban bencana. Jika tidak melakukan SAR, maka TRC PLN bertugas mendukung makanan untuk tim pemulihan infrastruktur listrik PLN maupun badan koordinator bencana lain, dan juga masyarakat terdampak bencana.

"TRC PLN menginginkan makanan untuk bantuan bernutrisi lengkap dan dengan rasa yang sesuai dengan cita rasa lokal daerah tersebut. Ini membuat kami kagum dengan komitmen TRC PLN yang sepenuh hati," ujar Dewi.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak