alexametrics

Integrasi Data Nasabah, PNM Gandeng Ditjen Dukcapil Kemendagri

loading...
Integrasi Data Nasabah, PNM Gandeng Ditjen Dukcapil Kemendagri
PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM menjalin kerja sama dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri tentang pemanfaatan data kependudukan. Foto/Rina Anggraeni
A+ A-
JAKARTA - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Ditjen Dukcapil Kemendagri) tentang pemanfaatan data kependudukan untuk meningkatkan Iayanan kepada nasabah PNM.

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengatakan, pendatanganan kerja sama ini, bertujuan untuk integrasi sistem database nasabah yang dimiliki PNM dengan data kependudukan yang dimiliki oleh Ditjen Dukcapil Kemendagri. "Sehingga Iayanan PNM kepada nasabah PNM dapat tepat sasaran dan sebarannya semakin meluas," ujar Arief di Jakarta, Rabu (29/5/2019).

Integrasi tersebut meliputi di antaranya sinkronisasi, verifikasi, dan validasi atas pengelolaan data calon nasabah dan/atau nasabah dalam layanan PNM melalui pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan (NIK), Data Kependudukan, dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el).



PT Permodalan Nasional Madani (Persero) merupakan BUMN yang bergerak dalam bidang pembiayaan dan pembinaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), melalui dua produk unggulan, yaitu Unit Layanan Modal Mikro (PNM ULaMM) dan Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar).

“Dengan database yang valid dari Ditjen Dukcapil Kemendagri, PNM dapat memetakan dengan baik calon nasabah binaan yang memerlukan Iayanan kami. Hal ini tentu akan memberikan manfaat pemerataan Iayanan yang dapat memberikan kesempatan kepada calon nasabah PNM untuk mendapatkan pembiayaan dan pendampingan usaha sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka," tutupnya
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak