alexametrics

Pasar Properti Tumbuh, ACP Siap IPO pada Akhir Tahun

loading...
Pasar Properti Tumbuh, ACP Siap IPO pada Akhir Tahun
Direktur Utama PT Adhi Commuter Properti (ACP) Mochamad Yusuf memberikan santunan dalam acara Spirit of Ramadhan di Jakarta. Foto/Dok.ACP
A+ A-
JAKARTA - PT Adhi Commuter Properti (ACP) melaporkan pertumbuhan positif pada kuartal I 2019 dengan membukukan nilai aset Rp2,7 triliun. Perusahaan pun punya rencana besar pada akhir tahun untuk melakukan Initial Public Offering (IPO) dengan melepas 30% saham senilai Rp2,5 triliun.

Direktur Utama PT ACP, Mochamad Yusuf, mengemukakan seiring dengan meningkatnya kebutuhan properti terutama bagi kalangan kelas menengah di kota besar, seperti Pulau Jawa, ACP ikut menikmati pertumbuhan peningkatan permintaan.

"Aset kami pada kuartal I 2019 mencapai Rp2,7 triliun (non-audit), dengan target penjualan tahun ini sebesar Rp1,7 triliun. Ini terdiri atas penjualan unit apartemen, gedung perkantoran, komersial area dan Hotel Grandhika," ujar Yusuf, dalam keterangan persnya yang dilansir Rabu (29/5/2019).



Sampai saat ini, anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk tersebut memiliki enam proyek properti dan tiga hotel, yaitu LRT City Bekasi-Eastern Green, LRT City Sentul-Royal Sentul Park, LRT City Jaticempaka-Gateway Park, LRT City Ciracas-Urban Signature, MTH 27 Office Suites, dan LRT City Bekasi-Green Avenue, Grandhika Hotel di tiga kota besar (Jakarta, Medan dan Semarang).

Berikutnya, terdapat delapan proyek yang sedang proses perizinan dan pengembangan, yakni Cisauk Point (Member of LRT City), Oase Park (Member of LRT City) dan The Premiere MTH, Bogor Raya, Cibubur, Sentul KM 37, Sentul KM 29 dan Sentul Side.

"Atas 14 lahan pengembangan diharapkan menghasilkan nilai properti Rp42 triliun dan rencana besar perusahaan pada akhir tahun adalah IPO dengan melepas 30% saham senilai Rp2,5 triliun,” kata Yusuf.

Dia menuturkan, untuk pertumbuhan aset dari Rp950 milliar pada 2016 menjadi Rp2,5 triliun pada 2018. "Kami mengharapkan pertumbuhan aset perusahaan menjadi sebesar Rp7-10 triliun setelah IPO dengan mengikuti nilai pasar," ujarnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak