alexametrics

Kemenhub: Harga Tiket Mahal di Agen Travel Online Bukan Kewenangan Kami

loading...
Kemenhub: Harga Tiket Mahal di Agen Travel Online Bukan Kewenangan Kami
Ilustrasi pembelian tiket pesawat secara online. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Mahalnya harga tiket pesawat menjelang musim mudik Lebaran kembali menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, harga tiket pesawat domestik penerbangan Jakarta-Pekanbaru di agen travel online mencapai Rp6,5 juta. Angka tersebut lebih mahal dibandingkan penerbangan Jakarta-Jepang yang hanya sekitar Rp4,3 juta.

Mengenai keluhan ini, Sekertaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Nur Isnin Istiartono, meminta masyarakat harus berhati-hati dalam membeli tiket pesawat melalui aplikasi online.

Terkait mahalnya harga tiket pesawat yang dijual di agen travel online, Nur Isnin mengatakan, hal itu bukanlah kewenangan dari Kemenhub. Meski demikian, Kemenhub menyatakan akan segera melakukan koordinasi dengan para agen travel online yang menjual tiket pesawat dengan harga yang mahal. Baca: Harga Tiket Pesawat Capai Puluhan Juta, Ini Penjelasan Kemenhub



Koordinasi ini akan dilakukan untuk memberikan kejelasan kepada masyarakat, agar mendapatkan informasi yang lebih mendetil terkait harga tiket untuk sebuah rute serta kejelasan jumlah transit dan hal-hal terkait lainnya.

"Iya, kami sedang berkoordinasi agar itu (harga tiket di travel online) bisa dinetralisir lah. Karena itu kan beda, itu masalah (pembelian) online, kalau kami kan (urusan dengan) maskapai penerbangan. Tapi kami akan berkoordinasi supaya enggak membingungkan masyarakat," ujar Nur Isnin di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (29/5/2019).

Nur Isnin meminta masyarakat untuk tidak segan-segan mengadu kepada pihaknya jika harga yang diperoleh melebihi Tarif Batas Atas, saat membeli tiket untuk penerbangan langsung. "Kalau langsung harga tinggi itu kewajiban pemerintah untuk memberikan sanksi," tandasnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak