alexametrics

IHSG Berakhir Menguat 1,72% Saat Bursa Asia Variatif

loading...
IHSG Berakhir Menguat 1,72% Saat Bursa Asia Variatif
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan, Jumat (31/5/2019) berakhir di zona hijau untuk meneruskan tren positif sepanjang hari ini. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan, Jumat (31/5/2019) berakhir di zona hijau untuk meneruskan tren positif sepanjang hari ini. Akhir pekan menjelang libur Lebaran 2019, IHSG ditutup menguat 1,72% atau 105,01 poin ke posisi 6.209,12

Sebelumnya pada perdagangan sesi I siang tadi, IHSG tercatat mendapatan tambahan 55,96 poin atau 0,92% menjadi 6.160,07 saat pagi tadi dibuka menguat 76,270 poin yang setara 1,25% ke level 6.180,38. Sebelumnya di akhir sesi Rabu, Kemarin IHSG ditutup naik 70,96 poin atau 1,18%.

Sektor saham dalam negeri tanpa terkecuali bergerak menguat di perdagangan sore dipimpin kenaikan tertinggi sektor infrastruktur sebesar 2,11%. Selain itu diikuti keuangan serta aneka industri yang masing-masing lebih tinggi 1,89% serta 1,53%.



Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp10,80 triliun dengan 15,40 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp1,43 triliun dengan aksi jual asing sebesar Rp3,90 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp5,33 triliun. Tercatat sebesar 299 saham menguat, 141 melemah dan 142 stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Astra International Tbk. (ASII) naik Rp250 menjadi Rp7.450, PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) bertambah Rp120 menjadi Rp1.910 dan PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) melonjak Rp40 ke posisi Rp2.560.

Selanjutnya saham-saham dengan pelemahan yakni PT Bali Towerindo Sentra Tbk. (BALI) turun Rp320 menjadi Rp1.780, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) lebih rendah Rp250 menjadi Rp3.300 serta PT Map Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA) turun Rp75 menjadi Rp5.525.

Di sisi lain seperti dilansir CNBC, pasar saham Asia berakhir bervariasi pada perdagangan Jumat setelah data manufaktur China turun di bawah ekspektasi. Indeks Nikkei Jepang tergelincir 1,63% hingga ditutup menjadi 20.601,19 sementara indeks indeks Topix juga turun lebih rendah 1,29% untuk menyelesaikan perdagangan hari ini di posisi 1.512,28.

Pasar saham daratan China terpantau mengalami tekanan dipimpin kemerosotan Komposit Shanghai menyusut 0,24% untuk menyentuh level 2.898,70 serta mengiringi pergerakan mendatar Komposit Shenzhen menjadi 1.531,86. Berbanding terbalik, bursa patokan Australia yakni ASX 200 justru mampu menguat secara fraksional menjadi 6.396,90.

Tren positif juga berhasil dicetak indeks Kospi, Korea Selatan lewat tambahan 0,14% untuk mengakhiri perdagangan pekan ini di posisi 2,041,74. Indeks Hang Seng di Hong Kong yang sempat menanjak naik harus berakhir tergelincir 0,79% dan ditutup pada level 26.901,09. Pergerakan di kawasan terjadi ketika aktivitas manufaktur China menurun lebih dari yang diharapkan pada bulan Mei.

Indeks Pembelian Manajer (PMI) manufaktur resmi untuk Mei berada di posisi 49,4, dibandingkan ekspektasi 49,9 oleh para ekonom yang disurvei oleh Reuters. Pembacaan PMI di atas 50 menunjukkan ekspansi, sementara yang di bawah itu menunjukkan kontraksi.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak