alexametrics

PNM Targetkan 200.000 Nasabah Mekaar Naik Kelas

loading...
PNM Targetkan 200.000 Nasabah Mekaar Naik Kelas
Direktur Utama PT PNM Arief Mulyadi. Foto/Hafid Fuad
A+ A-
JAKARTA - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM siap mendorong hingga 200.000 nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) agar naik kelas. Strategi yang akan dilakukan dengan menggandeng bank penyalur KUR mikro dan meluncurkan Mekaar Plus pada bulan Juni tahun ini.

Direktur Utama PT PNM Arief Mulyadi mengatakan pihaknya sedang menyiapkan strategi untuk mendorong nasabah Mekaar untuk naik kelas sehingga usahanya lebih optimal. Setidaknya ada 200.000 nasabah yang siap naik kelas atau kebutuhan pinjamannya Rp10-15 juta. Karena itu perseroan siap menggandeng PT Bank Negara Indonesia Tbk dan PT Bank Mandiri Tbk untuk menyalurkan KUR mikro yang dibutuhkan nasabah.

“Fokus utamanya adalah nasabah Mekaar yang naik kelas. Caranya dengan menggandeng program KUR mikro dan juga menggunakan program kami sendiri yaitu Mekaar Plus,” ujar Arief di Jakarta, Jumat (31/5/2019).



Dia mengatakan pihaknya membuka peluang kerja sama dengan perbankan dalam pemberian akses KUR kepada nasabah. Hal ini dilakukan sebagai bentuk peningkatan kapasitas usaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Nasabah yang bakal ditransfer ke program KUR nantinya merupakan nasaba program Mekaar yang tidak menggunakan agunan. Dalam program KUR, PNM hanya berperan sebagai pihak yang mempertemukan antara nasabah dengan perbankan.

Adapun dana pinjaman berasal dari bank. Namun, pendampingan kepada pelaku usaha tetap dilakukan oleh PNM "Supaya tidak ada sesuatu yang putus dalam program pendampingannya, KUR hanya dari sisi pendanaan. Nasabah dapat kesempatan mendapatkan dana murah," katanya.

Sebagai gambaran, Program Mekaar merupakan layanan pemberdayaan melalui pembiayaan berbasis kelompok bagi perempuan pra-sejahtera dengan anggota 10 hingga 30 perempuan, dengan pembiayaan Rp2 hingga Rp5 juta yang selama ini diberikan bertahap tanpa jaminan.

Di bulan Juni tahun ini pihaknya juga siapkan produk Mekaar Plus dengan menyeleksi nasabah Mekaar yang siap naik kelas. "Kalau memang ada layanan perbankan di situ kami masukkan ke KUR, kalau tidak ada, kami akan menyiapkan produk Mekaar plus," katanya.

Arief juga menambahkan bahwa ada perbedaan antara Mekaar biasa dengan Mekaar plus, di mana plafon pinjaman untuk nasabah Mekaar biasa hanya sampai Rp5 juta sedangkan Mekaar plus bisa lebih dari Rp5 juta. "(Mekaar Plus) Persis seperti yang KUR mikro," ujar Arief.

Menurut dia, saat ini banyak nasabah yang sudah sampai plafon pinjaman Rp5 juta sedangkan untuk nasabah Mekaar plus maka pendekatan PNM terhadap mereka akan berbeda. "Kalau nasabah yang plafon pinjamannya di atas Rp5 juta menurut kami pendekatannya harus tidak seperti kepada nasabah dengan plafon pinjaman sampai Rp5 juta atau yang baru belajar usaha," katanya.

Nasabah Mekaar plus, lanjut Arief, dianggap sudah siap menghadapi dunia usaha sehingga proses pendampingan dan pelatihannya akan lebih ditekankan pada teknik-teknik pengembangan usaha yang lebih besar. "Untuk pendampingan tetap kami lakukan," tegasnya.

Jumlah nasabah program Mekaar PT PNM tercatat bertambah sekitar 400.000 orang dari 4,057 juta nasabah menjadi 4,42 juta nasabah per akhir Maret 2019.

Sejak diluncurkan pada 2015, program Mekaar telah membantu banyak keluarga prasejahtera di Indonesia dengan memberikan pinjaman tanpa agunan bagi ibu-ibu yang ingin berwirausaha, serta pinjaman dapat dikembalikan dengan cicilan yang ringan.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak