alexametrics

BPS Optimistis Lebaran Bakal Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II

loading...
BPS Optimistis Lebaran Bakal Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II
Badan Pusat Statistik (BPS) optimistis pertumbuhan ekonomi triwulan kedua akan meningkat seiring peningkatan konsumsi saat Puasa hingga Lebaran. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama tahun 2019 mencapai sebesar 5,07%. Raihan ini masih lebih baik dibandingkan triwulan pertama pada 2018 yakni sebesar 5,06% sedangkan pada tahun 2017 sebesar 5,01%.

Kepala BPS, Suhariyanto optimistis pertumbuhan ekonomi triwulan kedua akan meningkat. Pasalnya terang dia, Lebaran akan membantu pertumbuhan ekonomi ketika konsumsi meningkat di puasa dan Lebaran akan mendongkrak ekonomi Indonesia.

"Jadi saya optimistis pertumbuhaan ekonomi di triwulan kedua akan membaik dan meningkat karena saat Lebaran dan puasa, daya beli konsumen akan meningkat. Hal ini akan mendapatkan raihan terbesar di sektor ekonomi," ujar Kepala BPS Suhariyanto.



Sambung dia menerangkan, pertumbuhan ekonomi diperkirakan juga akan meningkatkan karena faktor eksternal yang ikut membantu kinerja triwulan kedua. Apalagi jika pemerintah bisa terus menjaga nilai tukar rupiah stabil dan inflasi tetap rendah untuk menopang pertumbuhan ekonomi. "Kuncinya adalah inflasi rendah dan nilai tukar rupiah bisa terkendali dan juga ekspor meningkat. Ini yang perlu dijaga dan terus ditingkatkan," katanya.

Sebagai informasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2019 pada triwulan pertama berada dalam tren yang bagus dan semakin membaik selama dua tahun terakhir. Adapun, beberapa hal yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia antara lain harga komoditas migas di pasar internasional yang mengalami penurunan hingga pertumbuhan ekonomi negara mitra dagang yang melambat.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak