alexametrics

Harga Minyak Merosot Akibat Kekhawatiran Baru Perang Tarif

loading...
Harga Minyak Merosot Akibat Kekhawatiran Baru Perang Tarif
Harga minyak merost karena ancaman baru peramg tarif. Foto/SINDOnews
A+ A-
HOUSTON - Harga minyak mentah merosot pada penutupan perdagangan Jumat, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memicu ketegangan baru perdagangan global dengan mengancam tarif terhadap Meksiko. Negara mitra dagang terbesar AS itu merupakan salah satu pemasok minyak mentah.

Melansir dari Reuters, Sabtu (1/6/2019), harga minyak mentah acuan internasional, Brent turun drastis USD2,40 atau 3,59% menjadi USD64,47 per barel. Dan harga minyak mentah patokan AS, West Texas Intermediate (WTI) jatuh 5,5% menjadi USD53,50 per barel. Ini merupakan harga terendah sejak 8 Maret.

Trump berjanji pada Kamis waktu AS, untuk menaikkan tarif kecuali Meksiko mampu menghentikan arus imigran ilegal ke Amerika Serikat. Rencananya, Trump akan mengenakan tarif 5% pada semua produk impor Meksiko mulai 10 Juni, dan meningkat setiap bulan hingga 25% pada 1 Oktober.



"Ancaman tarif itu bisa menekan perdagangan energi lintas batas yang selama ini menguntungkan. AS menyuling minyak mentah sekitar 680.000 barel per hari dari Meksiko. Tarif 5% berarti menambah USD2 juta untuk pembelian minyak mentah harian mereka," kata analis PVM Oil Associates.

Sebaliknya, AS juga mengekspor banyak bahan bakar ke Meksiko. Namun, sejauh ini Meksiko belum mengatakan apakah mereka akan membalas perang tarif.

Yang jelas, ancaman ini menambah kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi global, yang sudah berisiko akibat perang dagang AS-China. China mulai Sabtu ini akan melaukan tambahan tarif untuk impor produk AS senilai USD60 miliar. Balasan ini sebagai respon kepada Washington pada awal bulan ini.

Selain akibat babak baru peranf dagang, AS terus meningkatkan priduksi minyaknya, dimana produksi minyak AS kembali ke rekor 12,3 juta barel per hari.

"Tarif baru ini menambah "pukulan" ke pasar minyak, setelah sebelumnya AS melakukan kenaikan produksi secara besar-besaran yang menekan harga minyak mentah," ujar Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak