alexametrics

Darmin Optimis Pertumbuhan Ekonomi Membaik di Kuartal II 2019

loading...
Darmin Optimis Pertumbuhan Ekonomi Membaik di Kuartal II 2019
Menko Perekonomian Darmin Nasution. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Momen Lebaran dengan meningkatnya daya beli masyarakat diharapkan bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2019. Pada kuartal I, pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,07%. Hasil tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2018 sebesar 5,18%.

Terkait ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, hakul yakin bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal II tahun ini akan lebih baik. Hal ini ditambah kepercayaan tinggi dari lembaga pemeringkat luar negeri terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Akhir Mei lalu, lembaga pemeringkat Standard and Poor’s (S&P) meningkatkan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia dari BBB-/Outlook Stabil menjadi BBB/Outlook Stabil.



"Rilis peringkat dari S&P itu adalah berita positif dalam situasi ekonomi dunia yang memang belum terlihat akan membaik. Oleh karena itu, mudah-mudahan persoalan politik bisa selesai sehingga kita sudah bisa berfokus kembali meneruskan apa yang sudah kita lakukan," ujarnya, Sabtu (8/6/2019).

Meski lingkungan ekonomi global belum membaik, Darmin berharap ekonomi Indonesia bisa lebih membaik. "Saya rasa di kuartal II akan ada peningkatan," imbuh Darmin.

Selain memupuk optimisme, Darmin juga menggarisbawahi masalah kabar hoax soal pertumbuhan ekonomi nasional.

"Saya juga mau mengklarifikasi, 2-3 minggu lalu terdapat rumor yang menyebabkan kericuhan di media sosial, dengan kabar saya mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia minus, menurun 0,52%. Hal itu tidaklah benar, terlebih lagi misinformasi itu menjadi buah bibir karena dikutip banyak pihak tanpa konfirmasi lebih jauh," tegasnya.

Mantan Gubernur Bank Indonesia ini menambahkan agar tidak membandingkan pertumbuhan ekonomi kuartal I dengan kuartal IV di tahun sebelumnya. Menurut dia, membandingkan pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2019 dengan kuartal I 2018, begitu pula kuartal II 2019 nanti dibandingkan kuartal II 2018.

"Disitulah kenaikan dan penurunan akan terlihat, dan grafiknya memiliki pola musiman, bisa diumpamakan seperti panen padi yang waktunya bisa bergeser," ujarnya.

Darmin menerangkan, perbandingan kuartal I 2018 sebesar 5,06% dengan kuartal I 2019 sebesar 5,07%, naiknya tidak terlalu besar karena ada pergeseran 'panen' ke kuartal II. Sehingga pada tahun lalu, 'panennya' ada di kuartal I.

"Sementara tahun ini, jatuh panennya di kuartal II. Ini merupakan pertanda bahwa perekonomian akan membaik. Kita juga perlu mengingat bahwa pemilu terjadi di kuartal II," jelasnya.

Darmin melanjutkan bahwa dampak Pemilu memang tidak banyak, tapi dampak Pemilu itu selalu ada, dan perlu diingat bahwa di tahun 2018 tidak ada pemilu. "Jadi tidak benar bahwa saya mengatakan pertumbuhan ekonomi kita minus, ini adalah misinformasi," tegasnya lagi.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak