alexametrics

Sri Mulyani Akan Tutup Defisit APBN Lewat Utang

loading...
Sri Mulyani Akan Tutup Defisit APBN Lewat Utang
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan untuk menjaga RAPBN tetap dalam batas aman, maka kebijakan utang diperlukan. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) tahun anggaran 2020 dengan tingkat defisit dalam rasio produk domestik bruto harus terjaga rendah untuk menjaga keberlangsungan dan keamanan fiskal. Untuk menjaga RAPBN tetap dalam batas aman, maka kebijakan utang diperlukan.

"Dari sisi sumber pembiayaan untuk menutup defisit, sumber utama pembiayaan defisit masih akan berasal dari utang terutama melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN)," kata Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menambahkan, pengelolaan utang akan dilakukan secara hati-hati, transparan dan akuntabel sesuai aturan perundangan-undangan.



"Dengan demikian lebih banyak lagi masyarakat Indonesia sendiri yang membiayai pembangunan Indonesia. Bagi masyarakat kita, SBN ritel akan menjadi alternatif investasi yang aman dan menjanjikan tingkat pengembalian yang menarik di masa depan," jelasnya.

Dia menekankan, pemerintah akan terus menjaga kebijakan fiskal agar tetap sehat dan terjaga. Pemerintah akan terus mengelola Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) secara sehat dan hati-hati dengan tingkat defisit yang terukur, namun tetap mampu memberikan stimulus yang cukup bagi pertumbuhan yang lebih berkualitas.

"Ekspansif untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah pelemahan global. Strategi yang ditempuh diharapkan akan mampu membawa kepercayaan dan minat investor yang pada gilirannya mampu membawa suku bunga domestik untuk dapat dikendalikan di tingkat yang rendah. Termasuk suku bunga surat berharga negara dan SPN 3 Bulan," paparnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak