alexametrics

Industri Properti Hadapi Tantangan

loading...
Industri Properti Hadapi Tantangan
Industri Properti Hadapi Tantangan. (Istimewa).
A+ A-
JAKARTA - TANTANGAN global yang semakin meningkat memaksa industri properti untuk menyesuaikan diri dengan dinamika perekonomian, mulai dari peningkatan suku bunga, gemuruh impor dan ekspor, hingga tingginya nilai dolar AS.

“Sepanjang 2018, perseroan terus-menerus memperkuat kinerjanya di segmen residential dengan menawarkan produk-produk menarik dari segi harga dan fungsi,” ujar Wakil Direktur Utama PT Modernland Realty Tbk Freddy Chan.

Melalui Jakarta Garden City (JGC) yang merupakan proyek flagship perseroan, telah dilakukan penjualan perdana produk properti komersial terbaru bertajuk New East, produk hunian terbaru, yakni klaster Mahakam, serta meluncurkan Cleon Park Apartment yang merupakan apartemen pertama di JGC.



Portofolio usaha perseroan terus pula diperluas dengan mengembangkan pabrik ModernPrecast melalui entitas anak usaha yang bernama PT Modern Panel Indonesia.

Melalui entitas anak PT Modern Asia Hotel, perseroan turut pula menambah portofolio perhotelan baru dengan meresmikan Hotel Swiss-Belinn ModernCikande Banten di Serang, Banten.

Perseroan pun menjalin berbagai kerja sama strategis yang berorientasi jangka panjang untuk mempertahankan keberlanjutan usahanya. Pada tahun 2018 perseroan bekerja sama dengan PT Waskita Karya Realty untuk mendirikan perusahaan patungan bernama PT Waskita Modern Realti demi me wujudkan kawasan inte grasi Toll Road City di Bekasi seluas 343,5 hektare.

Modern Cikande Industrial Estate (MCIE) juga menandatangani memorandum of understanding dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, Kementerian Agama RI, sebagai bagian dari rencana untuk membangun kawasan industri halal pertama di Indonesia yang berlokasi di kawasan MCIE. (Anton C)
(nfl)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak