alexametrics

IHSG Berakhir Melemah Iringi Kejatuhan Bursa China

loading...
IHSG Berakhir Melemah Iringi Kejatuhan Bursa China
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan, Rabu (12/6/2019) ditutup berbalik melemah setelah kemarin sempat melesat naik. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan, Rabu (12/6/2019) ditutup berbalik melemah setelah kemarin sempat melesat naik. Hingga akhir sesi perdagangan tengah pekan hari ini, IHSG jatuh 29,82 poin atau 0,47% ke level 6.276,18.

Sebelumnya bursa saham Tanah Air pada sesi siang, menyusut 35,302 poin menjadi 6.270,69 untuk melanjutkan tren negatif sejak pembukaan pagi tadi yang lebih rendah 35,640 poin atau setara 0,565% di posisi 6.270,35. Raihan tersebut terpantau tidak lebih baik dari penutupan Selasa (11/6), 6.305,99.

Sektor saham dalam negeri kebanyakan bergerak melemah di perdagangan sore dipimpin kejatuhan terdalam sektor pertambangan sebesar 1,71%. Selain itu kenaikan tipis dicetak oleh sektor konsumen usai mendapatkan tambahan 0,27%.



Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp7,48 triliun dengan 12,76 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp189,54 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,52 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,33 triliun. Tercatat sebesar 198 saham menguat, 230 melemah dan 156 stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk. (ABDA) naik Rp775 menjadi Rp7.075, PT Waran Seri I Pool Advista Finance Tbk. (POLA-W) bertambah Rp110 menjadi Rp1.100 dan PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) melonjak Rp59 ke posisi Rp232.

Sementara, saham-saham dengan pelemahan yakni PT Astra International Tbk. (ASII) turun Rp125 menjadi Rp7.500, PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) jatuh Rp1.750 menjadi Rp17.150 serta PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) menyusut Rp225 menjadi Rp79.775.

Di sisi lain pasar saham wilayan Asia Pasifik mayoritas menyusut pada akhir perdagangan, Rabu setelah Wall Street menyaksikan akhir dari kemenangan beruntun Dow Jones Industrial Average. Bursa saham daratan China terpantau sedikit tergelincir saat Komposit Shanghai turun lebih rendah 0,56% menjadi 2.909,38 untuk mengiringi pelemahan Komposit Shenzhen mencapai 0,639% ke level 1.528,40.

Data inflasi resmi Tiongkok menunjukkan indeks harga produsen di negara itu naik 0,6% secara year to year di bulan Mei, memenuhi ekspektasi para analis dalam jajak pendapat Reuters. Indeks harga konsumen juga naik 2,7% YoY di periode yang sama, untuk menjadi laju tercepat sejak Februari 2018 dan sejalan dengan ekspektasi para analis.

Tren negatif juga terjadi pada indeks Hang Seng, Hong Kong usai kehilangan 1.73% hingga menyentuh level 27.308,46 seiring gelombang protes yang masih terjadi atas undang-undang ekstradisi China yang kontroversial. Di tempat lain, indeks Nikkei 225 Jepang tergelincir 0,35% menjadi 21.129,72 dengan saham konglomerat dan indeks kelas berat Softbank Group jatuh 2,4%.

Sedangkan Indeks Topix juga terpeleset 0,45% untuk menyelesaikan perdagangan tengah pekan di posisi 1.554,22. Selanjutnya indeks Kospi di Korea Selatan juga terbebani hingga anjlok 0,14% untuk berada di posisi 2.108,75 sementara bursa patokan Australia ASX 200 menumpahkan keuntungan sebelumnya untuk mengakhiri sesi hari ini tepat di bawah garis datar menjadi 6.543,70.
(akr)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak