alexametrics

Super Deduction Tax Masih Tunggu Tanda Tangan Jokowi

loading...
Super Deduction Tax Masih Tunggu Tanda Tangan Jokowi
Kemenperin mengungkapkan masih menunggu penandatanganan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelum mengimplementasikan super deduction tax. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan masih menunggu penandatanganan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelum mengimplementasikan super deduction tax. Kebijakan tersebut dihadapkan dapat mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di tanah air untuk menjadi salah satu faktor yang mengubah Indonesia menjadi negara yang lebih produktif.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartato mengatakan, beleid ini akan segera dimplementasikan tahun ini. Pasalnya insentif fiskal akan diberikan kepada industri yang terlibat atau berinvestasi dalam program pendidikan vokasi serta melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang/R&D) untuk menghasilkan inovasi. "Tinggal tanda tangan pak Presiden, jadi semester tahun ini bisa dimplementasikan," ujar Menperin Airlangga di Gedung Kemenperin, Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Super deduction tax adalah insentif pajak dengan memperbesar faktor pengurang Pajak Penghasilan (PPh) (tax allowance) secara jumbo agar PPh yang dibayarkan badan usaha makin kecil. Insentif fiskal ini rencananya akan diberikan kepada industri yang terlibat dalam program pendidikan vokasi, serta melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) untuk menghasilkan inovasi.



Lebih lanjut Airlangga mengungkapkan, Super Deduction bakal menarik investor serta tentunya akan mendorong perusahaan industri lebih menambahkan inovasi. "Tentunya Super Deduction akan mendorong perusahaan-perusahaan industri untuk melakukan inovasi. Super Deduction akan diselesaikan bersamaan dengan vokasi. PP nya udah selesai," jelasnya.

Saat ini Kemenperin ditekankan terus bersinergi dengan para pelaku usaha, asosiasi dan stakeholder terkait dalam mendorong pertumbuhan industri. Pembangunan SDM menjadi salah satu strategi prioritas dalam meningkatkan daya saing dan produktivitas sektor manufaktur dalam negeri. Melalui kegiatan pendidikan vokasi yang link and match dengan industri, pemerintah mengajak para pengusaha untuk terlibat dalam kegiatan pembangunan SDM industri kompeten.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak