Boeing Mengaku Bersalah atas Penipuan 2 Kecelakaan Fatal Pesawat 737 MAX
Senin, 08 Juli 2024 - 12:59 WIB
loading...
A
A
A
Pengakuan bersalah berpotensi mengandaskan kontrak pemerintah yang menguntungkan dengan beberapa pihak seperti Departemen Pertahanan AS dan NASA, meskipun perusahaan dapat meminta keringanan. Boeing terkena tuntutan pidana setelah Departemen Kehakiman pada Mei menemukan perusahaan telah melanggar penyelesaian 2021 hingga melibatkan kecelakaan fatal.
Namun pernyataan bersalah bisa membuat Boeing terhindar dari persidangan kontroversial, mengingat potensi terungkapnya lagi fakta-fakta yang bisa sangat merugikan sangat besar.
Langkah ini juga diyakini bakal memperlancar usaha perusahaan yang sedang mencari CEO baru, untuk mencoba bergerak maju karena mencari persetujuan untuk rencana akuisisi Spirit AeroSystems (SPR. N).
Seorang juru bicara Boeing mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah "mencapai kesepakatan secara prinsip mengenai persyaratan resolusi dengan Departemen Kehakiman."
Menurut pengajuam, produsen pesawat juga setuju untuk menginvestasikan setidaknya USD455 juta selama tiga tahun ke depan untuk memperkuat program keselamatan dan kepatuhannya.
Namun pernyataan bersalah bisa membuat Boeing terhindar dari persidangan kontroversial, mengingat potensi terungkapnya lagi fakta-fakta yang bisa sangat merugikan sangat besar.
Langkah ini juga diyakini bakal memperlancar usaha perusahaan yang sedang mencari CEO baru, untuk mencoba bergerak maju karena mencari persetujuan untuk rencana akuisisi Spirit AeroSystems (SPR. N).
Seorang juru bicara Boeing mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah "mencapai kesepakatan secara prinsip mengenai persyaratan resolusi dengan Departemen Kehakiman."
Menurut pengajuam, produsen pesawat juga setuju untuk menginvestasikan setidaknya USD455 juta selama tiga tahun ke depan untuk memperkuat program keselamatan dan kepatuhannya.
Lihat Juga :