alexametrics

Gubernur BI Klaim Rupiah Menguat 1,02% Sepanjang Awal Juni

loading...
Gubernur BI Klaim Rupiah Menguat 1,02% Sepanjang Awal Juni
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di awal Juni atau hingga tanggal 12 Juni telah menguat 1,02%. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di awal Juni atau hingga tanggal 12 Juni telah menguat 1,02%. Mata uang garuda sendiri masih berada di kisaran level Rp14.235 yang mana dinilai masih lebih baik dibandingkan tahun 2018.

"Saat ini pada tanggal 12 Juni ini rupiah berada di kisaran Rp14.235 rupiah atau menguat 1,02% dibandingkan akhir 2018 dimana secara rata-rata sampai 12 Juni mencapai Rp14.188 menguat 0,41 % dibandingkan rata-rata 2018 yang mencapai Rp14.246," ujar Gubernur BI di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Dia mengatakan, nilai tukar rupiah yang semakin membaik untuk berada dikisaran Rp14.000 per USD dengan kondisi ekomi yang semakin membaik. "Saya pun optimistis dengan neraca pembayaran yang naik rata-rata nilai tukar urpiah berada kisar Rp14.000-Rp14.400," jelasnya.



Sementara hingga akhir perdagangan hari ini, kurs rupiah tergerus untuk meneruskan tren negatif sejak kemarin. Kurs rupiah berada pada kisaran Rp14.270/USD untuk mengiringi penguatan Yen Jepang saat dolar cenderung tertahan.

Data Yahoo Finance di akhir sesi menunjukkan rupiah jatuh ke level Rp14.275/USD atau tidak lebih baik dari sebelumnya Rp14.230/USD. Pergerakan harian rupiah pada perdagangan hari ini berada pada kisaran Rp14.230 hingga Rp14.275/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga jatuh ke level Rp14.280/USD dibandingkan sesi penutupan Rabu kemarin, Rp14.241/USD. Rupiah hari ini bergerak di antara Rp14.241-Rp14.280/USD.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak