alexametrics

Ribuan UMKM Asal Jabar Didorong Agar Naik Kelas

loading...
Ribuan UMKM Asal Jabar Didorong Agar Naik Kelas
Ribuan pelaku usaha bakal didorong untuk naik kelas dengan mendapatkan bimbingan dari Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) Provinsi Jabar. Foto/Ilustrasi
A+ A-
BANDUNG - Ribuan pelaku usaha bakal didorong untuk naik kelas dengan mendapatkan bimbingan dari Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) Provinsi Jawa Barat (Jabar). Bimbingan tersebut ditunjukkan bagi para pelaku usaha dengan omzet minimal Rp100 juta per tahun.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jawa Barat Kusmana Hartadji mengatakan, upaya dinas menaikkan kelas pelaku usaha yaitu melalui penyelenggaraan bimbingan teknis (Bimtek). UMKM yang terpilih adalah mereka yang telah mendaftar secara online dan memenuhi kriteria minimal omzet Rp100 juta per tahun.

Seperti kita ketahui bersama Dinas KUK Jabar akan merekrut sebanyak 2.500 UMKM naik kelas. Awalnya, pihaknya menerapkan minimal omzet Rp300 juta. Namun karena minimnya pendaftar, pihaknya menurunkan persyaratan menjadi minimal Rp100 juta per tahun.



"Setelah menjadi Rp100 juta per tahun responnya cukup baik. Pada batch I ini tercapai 1.247 peserta dari target 2.500 UKM sepanjang 2019. Paruh kedua tahun ini akan kembali dibuka batch II," ujarnya, Kamis (13/6/2019).

Sebagian besar peserta yang mendaftar program tersebut adalah UMKM yang bergerak di bidang usaha makanan dan minuman. Sementara posisi kedua terbanyak ditempati UMKM fesyen. Melalui program tersebut, menurut Kusmana, peserta akan dibimbing dan didampingi untuk bisa naik kelas.

Indikator naik kelas yang ia maksud adalah mencapai kenaikan aset dan omzet usaha. "Peserta program tersebut akan mendapatkan pendampingan selama enam bulan. Mereka juga akan mendapatkan fasilitas pelatihan, temu bisnis, benchmarking, dan promosi, baik di dalam maupun luar negeri," katanya.

Dia berharap, melalui program tersebut, UMKM peserta bisa menemukan solusi dari beragam persoalan yang selama ini mengganjal mereka untuk naik kelas. Menurut dia, berdasarkan identifikasi di lapangan, banyak faktor yang kerap menghambat UMKM untuk bisa meningkatkan kapasitas usahanya. Misalnya pemasaran, manajemen keuangan, promosi, dan lainnya.

Menurut dia, ribuan pelaku usaha itu bakal dibimbing oleh 200 pendamping UMKM Juara. Pembimbing itu saat ini mengikuti Bimbingan Teknis Pendampingan UMKM Naik Kelas. Bimtek dilakukan dua gelombang, pada 11-12 Juni 2019 dan 12-13 Juni 2019 bertempat di Hotel Haris Fox Lite Metro Bandung.

Kegiatan bimtek ini untuk memberikan pemahaman dan penyiapan SDM para pendamping dalam mengembangkan dan membantu pelaku usaha untuk lebih meningkatkan kinerja usahanya. “Terpenting melalui Bimtek ini adalah penyamaan persepsi dari para pendamping. Kalau dari pengalaman saya yakin yang terpilih menjadi pendamping adalah orang-orang yang kompeten di bidangnya," imbuh Kusmana.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak