alexametrics

Percepat Program Serasi di Wajo, Kementan Salurkan 30 Traktor Roda Dua

loading...
Percepat Program Serasi di Wajo, Kementan Salurkan 30 Traktor Roda Dua
Bantuan traktor roda dua untuk membantu petani. Foto/Dok.Kementerian Pertanian
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Pertanian telah menyalurkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) untuk Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan untuk mensukseskan Program Selamatkan Lahan Rawa Untuk Kesejahteraan Petani (Serasi). Bantuan alsintan tersebut di antaranya traktor roda dua sebanyak 30 unit.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Wajo, Muhammad Ashar, menjelaskan untuk mengoptimalkan penggunaan alsintan tersebut, pihaknya telah membentuk brigade yang dikelola langsung oleh dinas pertanian.

Kondisi lahan pertanian di sekitar lokasi Program Serasi masih dalam kondisi banjir dan menunggu waktu olah tanah, sehingga 30 unit traktor roda dua tersebut belum bisa beroperasi.



"Bantuan alsintan selain traktor roda dua ada juga excavator, sangat membantu kami dan petani tentunya untuk secepatnya mengolah lahan pertanian yang sebelumnya dilanda banjir. Jadi kerugian petani akibat banjir dapat diatasi cepat," kata Ashar.

Menurut dokumen Berita Acara Pemeriksaan Hasil Pekerjaan Bantuan Traktor Roda Dua, antara penyedia dengan Dinas Pertanian Wajo, 30 unit traktor roda dua tersebut baru tiba dan diserah terimakan oleh penyedia pada 25 April 2019.

Kemudian, dibutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk perakitan dan running test sampai alat tersebut bisa disalurkan dan digunakan.

"Jadi informasi bahwa alat tersebut bertumpuk sudah lama dan tidak disalurkan adalah tidak benar dan hasil pengecekan fisik pada traktor roda dua tidak ditemukan karat. Tentu membutuhkan waktu dan tahapan sampai alat tersebut difungsikan untuk pengolahan tanah," tegas Ashar.

Sementara, Direktur Alat dan Mesin Pertanian, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Andi Nur Alam Syah, menjelaskan sebanyak 30 unit traktor roda dua tersebut baru tiba di Kabupaten Wajo pada 25 April 2019 dan membutuhkan waktu perakitan hingga bisa dioperasikan (running test) selama dua minggu.

Pemanfaatannya dikelola dalam bentuk brigade yang dalam pengoperasiannya oleh kelompok tani.

"Nah karena kondisi Wajo di pertengahan puasa kemarin dilanda banjir, traktor tersebut tidak dimungkinkam digunakan alias beroperasi. Kondisi traktornya pun hingga saat ini masih bagus, kami sudah cek tidak berkarat. Banjir surut, siap digunakan," tegasnya, Sabtu (15/6/2019).

Andi Nur Alam menerangkan program mekanisasi pertanian yakni alsintan dipastikan berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan petani dan tingkat produksi tanaman pangan Indonesia. Buktinya, menekan biaya operasional 35% hingga 48% dalam produksi petani.

"Dulu tanpa kemajuan mekanisasi ini, petani bisa membajak sawahnya satu hektar berhari-hari, tapi ini cukup dua hingga tiga jam saja," ujarnya.

Andi Nur Alam menambahkan dengan penggunaan alsintan modern pun, penyusutan hasil panen (losses) sebesar 10% pun dapat diselamatkan. Demikian juga dapat meningkatkan nilai tambah dan penanaman padi yang dulunya hanya satu kali setahun.

"Alhasil, kini petani bisa tiga kali tanam dalam setahun karena proses pengolahan dan panen yang cepat. Pendapatan petani pun ikut naik," pungkasnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak