alexametrics

Babak Baru Proyek Blok Masela Akan Dimulai

loading...
Babak Baru Proyek Blok Masela Akan Dimulai
Babak baru Blok Masela akan dimulai ketika Inpex menyiapkan langkah selanjutnya setelah baru saja meneken penandatanganan Head of Agreement (HOA) dengan SKK Migas. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKA - Inpex Corporartion (Inpex) menyiapkan langkah selanjutnya setelah baru saja meneken penandatanganan “Head of Agreement” (HOA) dengan SKK Migas untuk pengembangan lapangan hulu migas Blok Masela, di Kepulauan Tanimbar, Maluku. Senior Specialist Media Relation Inpex Masela Ltd Moch Nunung Kurniawan mengatakan, setelah HOA ini Inpex akan mempersiapkan serangkaian dokumen yang diperlukan untuk penyerahan revisi plant of development (POD).

Selanjutnya, kata dia, Inpex akan mengikuti prosedur yang diperlukan selanjutnya dan secara resmi segera memasukkan/menyerahkan revisi POD ke otoritas pemerintah Indonesia. "Bersamaan dengan penyerahan dokumen revisi POD ke pemerintah Indonesia, Inpex juga berencana mengajukan perpanjangan kontrak 20 tahun dan amandemen PSC," kata Nunung Kurniawan, Minggu (16/6/2019).

Dalam keterangan tertulisnya SKK Migas menyebutkan, pengembangan hulu migas di Masela diharapkan dapat memberikan kontribusi tambahan produksi Gas Bumi sekitar ekuivalen 10,5 juta ton (mtpa) per tahun (sekitar 9.5 juta ton LNG per tahun dan 150 mmscfd Gas Pipa), dengan target onstream pada tahun 2027.

HOA merupakan perjanjian awal yang menjabarkan prinsip-prinsip dasar pengembangan proyek LNG Abadi Masela yang selanjutnya akan dituangkan dalam revisi Plan of Development (POD).



Di dalamnya berisi ketentuan-ketentuan mengenai jangka waktu production sharing contract (PSC), kondisi keuangan (financial condition), estimasi biaya (cost estimation) dan lain-lain yang telah disepakati bersama sebelumnya antara Inpex dan otoritas pemerintah Indonesia untuk mendapatkan keekonomian proyek yang memadai.

Sebelumnya, Inpex sempat mengajukan pengembangan Blok Masela dengan metode off shore atau di laut, namun pemerintah meminta agar blok tersebut dikembangkan secara on shore (darat). Imbasnya, pengembangan blok tersebut menjadi terhambat karena pihak Inpex harus merevisi dan menghitung ulang investasi yang diperlukan.

Titik terang proyek Blok Masela menemui titik terang setelah pada akhir Mei lalu Menteri ESDM dan pihak Inpex menyepakati pokok-pokok pengembangan blok Masela. Di antara poin yang disepakati adalah nilai investasi sebesar USD20 miliar.

Terkait nilai investasi tersebut, Kurniawan mengatakan bahwa pihaknya mengetahui berita tersebut, namun tidak bisa berkomentar tentang hal ini. "Yang pasti kami, melalui Pre-FEED (Front End Engineering Design) telah menghitung estimasi biaya dan menggunakannya sebagai dasar untuk membuat revisi POD," katanya.

Sambung dia menambahkan, Inpex akan membuat estimasi biaya yang lebih akurat melalui pekerjaan FEED sebelum masuk ke Final Investment Decision (FID) atau Keputusan Akhir Investasi.

Berdasarkan hasil pre-FEED, nantinya revisi POD akan memuat perkiraan biaya yang kompetitif dibandingkan dengan proyek LNG lain yang sejenis. "Kami mengharapkan proses persetujuan pemerintah Indonesia berjalan lancar setelah kami menyerahkan revisi POD," katanya.

Lebih lanjut terang dia, berkat framework yang telah didapat melalui diskusi yang konstruktif dengan pemerintah Indonesia, Inpex meyakini saat ini proyek Abadi Masela adalah proyek LNG yang cukup kompetitif dalam kaitannya dengan proyek lain dan norma yang berlaku secara international.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak