alexametrics

Jelang Pertemuan The Fed, Rupiah Melemah 11 Poin ke Rp14.336

loading...
Jelang Pertemuan The Fed, Rupiah Melemah 11 Poin ke Rp14.336
Kurs rupiah ditutup melemah 11 poin atau 0,08% ke level Rp14.336 per USD. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pasar mata uang melemas pada perdagangan Senin (17/6/2019) karena investor masih ragu menjelang pertemuan bank sentral AS, Federal Reserve, apakah mereka jadi menurunkan suku bunga atau tidak.

Ditengah keraguan yang menambah ketidakpastian global serta data penjualan ritel AS bulan Mei yang solid, telah mendongkrak nilai mata uang dolar Amerika Serikat (USD).

Melansir dari data Bloomberg, kurs rupiah pada Senin petang ini ditutup melemah 11 poin atau 0,08% ke level Rp14.336 per USD, dibandingkan penutupan Jumat pekan lalu di Rp14.325 per USD. Senin ini, rupiah bergerak di Rp14.336-Rp14.353 per USD.



Menjelang pertemuan The Fed telah membuat mata uang utama Asia melemah, dengan peso Filipina -0,30%, ringgit Malaysia -0,28%, baht Thailand -0,24%, rupee India -0,13%, won Korea Selatan -0,11%, yen Jepang -0,06%, dan yuan China tergelincir 0,01%.

Sementara itu, rupiah di data Yahoo Finance pada Senin petang ini, terkoreksi 10 poin atau 0,06% ke level Rp14.330 per USD, setelah Jumat pekan lalu di level Rp14.320 per USD. Hari ini, mata uang kecintaan kita bergerak di Rp14.231-Rp14.350 per USD.

Adapun dolar AS naik ke level tertinggi dua minggu pada Senin ini, imbas data ekonomi yang kuat. Penjualan ritel AS bulan Mei yang naik 0,5% mengurangi kemungkinan penurunan suku bunga pada minggu ini, kendati Ketua The Fed, Jerome Powell, membiarkan kemungkinan penurunan suku bunga.

Data penjualan ritel AS yang solid menunjukkan daya beli masyarakat AS masih kuat ditengah meningkatnya perang dagang AS dan China. Melansir dari Reuters, indeks USD yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama kokoh di level 97,569, mendekati level tertinggi dua minggu.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak