alexametrics

Sri Mulyani Akui Investasi Tak Pernah Tumbuh Melebihi 7%

loading...
Sri Mulyani Akui Investasi Tak Pernah Tumbuh Melebihi 7%
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengakui sejak 2001 porsi investasi sebagai komponen dari Produk Domestik Bruto (PDB) tak pernah tumbuh di atas 7%. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengakui sejak 2001 porsi investasi sebagai komponen dari Produk Domestik Bruto (PDB) tak pernah tumbuh di atas 7%. Sementara itu pertumbuhan masih akan ditopang dari konsumsi yang peranannya mencapai 80% dari total.

Terang dia konsumsi yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi terus didorong dari sisi fiskal. Konsumsi masih akan jadi nomor satu ke depan, pasalnya ada kendala di sisi investasi. "Tahun 2001 sejak reformasi, pertumbuhan investasi tinggi tapi tidak di atas 7%," kata Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Senin (17/6/2019).

Lebih lanjut Ia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih mengalami pasang surut hingga saat ini. Pada tahun 1980, investasi pernah tumbuh sebesar 8,7%, namun angka itu belum menyentuh angka 10%.



Akan tetapi khususnya usai reformasi yang mana porsi investasi cenderung setagnan. Sambung dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan tahun 2019 akan berada di level 5,1%.

Ia menyakni tahun ini relatif lebih baik dari rata-rata dan punya potensi untuk naik dan ditegaskan bakal terus ditingkatkan. Hal ini disampaikan saat rapat kerja bersama Komisi XI DPR membahas asumsi makro ekonomi di RAPBN 2020 di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta.

"Kalau kita lihat history ekonomi Indonesia dari sisi permintaan produksi, agregat demand dalam satu dekade dari tahun 2000 itu growth 5,6% 5,4%. Pas sesudah era reformasi 2001-2018 pertumbuhan konsumsi kita 4,8% dan di 2010 itu 5,2% sudah relatif baik," ujarnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak