alexametrics

Perbaiki Gedung, BUMN Minta Anggaran Rp50 Miliar

loading...
Perbaiki Gedung, BUMN Minta Anggaran Rp50 Miliar
Airlangga Hartarto mengatakan tambahan anggaran belanja 2020 ini diajukan Menteri Rini karena hendak merenovasi gedung Kementerian BUMN. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto yang mewakili Menteri BUMN Rini Soemarno dalam rapat kerja Kementerian BUMN bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) mengajukan anggaran untuk tahun depan senilai Rp345 miliar. Angka ini naik 39,7% atau Rp137 miliar dari realisasi tahun ini yang hanya Rp 208 miliar.

Airlangga Hartarto mengatakan tambahan anggaran belanja 2020 ini diajukan Rini karena hendak merenovasi gedung kementerian. Adapun biaya yang dibutuhkan untuk anggaran renovasi Rp50,9 miliar. Menurutnya gedung Kementerian saat ini sudah tidak nyaman untuk ditempati oleh karyawan BUMN sehingga renovasi yang dilakukan sangat perlu dilakukan.

"Diperlukan renovasi dengan pertimbangan aspek keselamatan karena cukup banyak kejadian plafond jatuh menimpa pegawai. Apalagi ruang kerja saat ini tidak nyaman untuk menampung tambahan 133 pegawai baru," ujar Menperin di Gedung DPR, Jakarta, Senin (17/6/2019).



Dalam kesempatan yang samaDeputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Wahyu Kuncoro mengatakan, sebenarnya renovasi sendiri sudah berjalan sejak tahun 2018. Namun renovasi hanya dilakukan di bagian luar, untuk tahun 2020, renovasi akan masuk pada bagian dalam gedung. "2018 itu direnovasi tapi luarnya. Tapi di dalamnya belum selayaknya sehingga perlu relayout, banyak plafond yang jatuh. Inilah tambah di 2020 ada Rp50,9 miliar," jelasnya

Anggaran lain digunakan untuk dukungan program prioritas nasional Rp15 miliar, dukungan penyempurnaan regulasi BUMN Rp2,5 miliar, penyusunan dan implementasi sistem merit SDM Rp3 miliar. Selain itu, anggaran juga digunakan untuk peningkatan virtualisasi network, server, dan storage Rp4,5 miliar, pengembangan entreprise governance, risk, dan complience system Rp1 miliar, pembelian dan implementasi software Rp3,9 miliar, dan pengadaan lahan untuk gedung arsip dan assesmemt center Rp50 miliar.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak