alexametrics

Smelter Amman Mineral Mulai Konstruksi 2020

loading...
Smelter Amman Mineral Mulai Konstruksi 2020
PT Amman Mineral Nusa Tenggara menargetkan konstruksi pembangunan fasilitas pemurnian dan pengolahan tembaga (smelter) dimulai pada 2020 mendatang. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - PT Amman Mineral Nusa Tenggara menargetkan konstruksi pembangunan fasilitas pemurnian dan pengolahan tembaga (smelter) dimulai pada 2020 mendatang dengan kapasitas 1,3 juta ton konsentrat tembaga per tahun. Saat ini Amman Mineral tengah fokus menyelesaikan desain teknik dan rekayasa awal (front end engineering design/FEED).

“Secara umum konstruksi bisa dimulai pada pertengahan tahun depan dengan proses pengerjaan selama 2,5 tahun. Untuk FEED diperkirakan selesai pada Oktober tahun ini,” ujar Presiden Direktur Amman Mineral Rachmat Makassau saat halal bi halal di Penang Bistro, Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Menurut dia apabila front end engineering design telah selesai, maka yang dilakukan selanjutnya ialah memulai proses Engineering, Procurement and Construction (EPC). Untuk saat ini, imbuhnya progres pembangunan smelter Amman Mineral telah mencapai 13,6%. Rencananya progres selanjutnya baru akan dievaluasi pada akhir Juli 2019.



“Progres sampai Juni itu 13,6%. Evaluasi berikutnya di akhir Juli 2019. Tiap enam bulan ada evaluasi independent surveyor,” terang Rahmat.

Pihaknya juga tidak menutup kemungkinan untuk melakukan kerja sama dengan pihak lain untuk membangun smelter. Meski begitu, kata dia, untuk saat ini opsi investasi pembangunan smelter masih dilakukan sendiri belum ada partner.

“Rencana pembangunan smelter hanya kami. Tidak menutup kemungkinan, ada saatnya nanti kalau ada partner kita evaluasi,” ungkapnya.

Dia menambahkan, untuk membangun smelter tersebut Amman Mineral telah menyiapkan lahan seluas 100 hektare (ha) di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Meski begitu pihaknya belum menyebutkan secara detail investasi yang sudah dikeluarkan untuk membangun smelter tersebut.

Ia juga mengaku telah menyiapkan investasi yang diperlukan untuk menyelesaikan pembangunan smelter tersebut. Selain fokus komitmen membangun smelter, pihaknya juga saat ini tengah fokus pada pengembangan tambang Fase 7. “Kita fokus di Fase 7 dan efisiensi operasional. Biaya yang lebih rendah itu sangat penting untuk keberlangsungan operasi kami ke depan,” tandasnya.

Rachmat juga menekankan perlunya terobosan dari pemerintah mendukung pembangunan smelter. Pembangunan smelter, kata dia, wajib didukung untuk membantu investasi di downstream. “Kalau kita nggak siap di downstream industrinya maka ujungnya juga ekspor lagi. Padahal ini sebetulnya yang perlu di capture,” kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Corporate Communications Manager Amman Mineral Anita Avianty menuturkan, untuk uji operasional (commisioning) smelter rencananya akan dilakukan awal 2022 mendatang. Sementara untuk lahan sudah sepenuhnya milik Amman Mineral dengan izin amdal telah diperoleh sejak Januari 2018 lalu.

“Kami terus mengharapkan dukungan para pihak untuk membantu percepatan proyek smelter dengan kapasitas 1,3 juta ton konsentrat per tahun,” tutupnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak