alexametrics

Merdeka Copper Gold Anggarkan Capex 2019 Sebesar USD160 Juta

loading...
Merdeka Copper Gold Anggarkan Capex 2019 Sebesar USD160 Juta
Merdeka Copper Gold anggarkan capex 2019 sebesar USD160 juta. Foto/SINDOnews/Michelle Natalia
A+ A-
JAKARTA - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) pada tahun ini menargetkan mengeksplorasi tiga lokasi cadangan mineral yaitu proyek tambang emas dan perak Tujuh Bukit di Jawa Timur, proyek tambang tembaga di Pulau Wetar Maluku, dan proyek tambang emas Pani di Gorontalo. Untuk menunjang proses eksplorasi ini, MDKA menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar USD160 juta.

Sekretaris Perusahaan Merdeka Cooper Gold, Adi Adriansyah Sjoekri, mengatakan nilai capex ini lebih tinggi dari pada tahun lalu karena untuk mendukung proses eksplorasi yang diharapkan izinnya bisa rampung pada awal semester kedua tahun ini.

"Untuk biaya eksplorasi di satu wilayah, perusahaan menganggarkan dana antara USD1 juta-USD2 juta. Nilai ini tak terlalu besar dibanding dengan biaya pasca eksplorasi nantinya. Sementara proses ini diperkirakan memakan waktu enam bulan," ujarnya, Selasa (18/6/2019).

Selain untuk eksplorasi, perusahaan juga tengah dalam proses penyelesaian peningkatan produksi perpada lapisan oksida di Tambang Tujuh Bukit, Banyuwangi.

Untuk proyek ini, MDKA menganggarkan dana sebesar USD41 juta. Pada tahun ini, sisa dana untuk projek ini senilai USD7 juta dan diharapkan dapat segera beroperasi.

Capex akan dibiayai dengan dana kas internal perusahaan dan sebagian lagi menggunakan pinjaman dari sindikasi perbankan yang pada kuartal I 2018 diperoleh perusahaan senilai USD75 juta.

Hingga kuartal I 2019, total dana capex yang telah diserap nilainya mencapai USD34 juta yang seluruhnya digunakan untuk pengembangan Tambang Tujuh Bukit dan tambang tembaga di Pulau Wetar.

Tahun ini, Merdeka Cooper menargetkan untuk meningkatkan produksi mineral yang diproduksi perseroan yakni emas, perak dan tembaga. Untuk itu, perusahaan telah melakukan sejumlah peningkatan dan pembukaan titik tambang baru yang diharapkan dapat segera beroperasi jelang akhir tahun ini.

"Pada tahun ini, kami berfokus memperkuat bisnis pertambangan dan penjualan emas dan tembaga dengan mengoptimalkan potensi sumber daya mineral dari masing-masing anak usaha. Kami yakin seluruh kegiatan ekspansi tersebut akan dapat selesai di tahun 2019 sehingga mampu menunjukkan kontribusi yang optimal terhadap kinerja perseroan selanjutnya," tandas Adi.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak