alexametrics

Rupiah Pulang Melaju 56 Poin Menjadi Rp14.269/USD

loading...
Rupiah Pulang Melaju 56 Poin Menjadi Rp14.269/USD
Rupiah pada hari ini ditutup menguat. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terus melaju pada perdagangan Rabu (19/6/2019). Data Bloomberg mencatat rupiah pada petang ini perkasa 56 poin atau 0,39% ke level Rp14.269 per USD, berbanding Selasa lalu di Rp14.326 per USD. Rabu ini, rupiah diperdagangkan di Rp14.261-Rp14.275 per USD.

Hal senada juga terpantau di data Yahoo Finance, dimana rupiah pada Rabu petang ini bertambah 55 poin atau 0,38% menjadi Rp14.265 per USD, berbanding penutupan kemarin di Rp14.320 per USD. Hari ini, rupiah bergerak di level Rp14.231-Rp14.275 per USD.

Dengan penguatan ini, rupiah menjadi mata uang terkuat ketiga di pasar spot Asia. Posisi pertama ditempati oleh won Korea Selatan +0,83%, dolar Taiwan +0,58%, rupiah +0,39%, peso Filipina +0,29%, ringgit Malaysia +0,23%, yen Jepang dan baht Thailand masing-masing menguat +0,04%.



Rupiah dan mata uang Asia lainnya menguat seiring perkembangan positif pembicaraan dagang AS-China. Presiden AS Donald Trump mengatakan membuka peluang bertemu Presiden China Xi Jinping dalam KTT G20 di Osaka Jepang, minggu depan. Hal ini meningkatkan harapan investor untuk mengurangi ketegangan dalam sengketa perdagangan yang telah merusak ekonomi dunia.

Melansir dari Reuters, hasil ini meembuat indeks USD yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama, mendatar di level 97,621 setelah mencapai level tertinggi dua minggu pada Selasa kemarin.

Greenback mendapat tekanan karena investor mulai berharap The Fed menurunkan suku bunga dalam menghadapi ketegangan perdagangan global. Namun hingga saat ini, investor masih menunggu apakah The Fed akan mengikuti jejak Bank Sentral Eropa yang menyatakan bakal menurunkan suku bunga dan stimulus di masa depan.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak