alexametrics

Digitalisasi Menjadi Keharusan Demi Keberlangsungan Bisnis

loading...
Digitalisasi Menjadi Keharusan Demi Keberlangsungan Bisnis
Pelaku bisnis harus menyesuaikan perkembangan teknologi untuk mempertahankan keberlangsungan kegiatan bisnisnya. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Pelaku bisnis harus menyesuaikan perkembangan teknologi untuk mempertahankan keberlangsungan kegiatan bisnis. Manajer Pemasaran Online Training PPM Manajemen Rahadi Catur Yuwono menuturkan, teknologi berdampak sangat besar bagi perusahaan terutama untuk memahami dan memenuhi perubahan kebutuhan konsumen.

Untuk itu menurutnya perusahaan perlu terus belajar dalam ranah pengembangan karyawan. "Kalau sebuah organisasi, apabila karyawan berhenti belajar maka mereka akan berhenti berkarier," ujarnya dalam diskusi di Gedung PPM Manajemen, Jakarta.

Menurut dia, pola pembelajaran telah bergeser dari yang hanya di dalam kelas menjadi pembelajaran daring atau online learning. Tidak sedikit perusahaan yang telah berinvestasi besar untuk mengembangkan e-learning mulai dari investasi teknologi hingga membangun konten materi yang interaktif. Namun hal ini menjadi sia-sia apabila perubahan tidak diikuti dengan budaya yang mendukung terciptanya perubahan.



"Ada dua faktor yang harus dimiliki organisasi. Pertama, komitmen dari pimpinan kerja, leader juga harus bisa digital. Kedua, membangun culture dengan karyawan," jelasnya.

Vice President Human Capital Angkasa Pura 1 Imron Qodari mengatakan, proses masuk dalam digitalisasi memerlukan waktu dan tahapan yang cukup lama. Untuk itu dibutuhkan komitmen yang sangat tinggi. "Di sini peran pemimpin bagaimana bisa membangkitkan semangat. Karena tanpa peran people manager sangat sulit mentransformasi budaya digitalisasi dan budaya perusahaan," tuturnya.

Sementara Vice President Human Capital Dwidayatour World Wide Dede Yuliawaty mengungkapkan, perusahaan mampu terus tumbuh selama 52 tahun dalam bisnis travel agent meski harus bersaing dengan online travel agent yang semakin banyak tumbuh.

"Bisnis travel agent yang konvensional tidak pernah mati. Untuk menjaga itu, kami harus berbenah. Kami sudah ada di seluruh Indonesia. Selain memiliki offline, kami juga mempunyai situs online," ungkapnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak